Home Lintas Jateng Tolak Tambang Batu, Warga Geruduk Gedung DPRD

Tolak Tambang Batu, Warga Geruduk Gedung DPRD

image

Wonogiri, 9/7 (Beritajateng.net)– Puluhan warga dari tiga dusun di Giriwoyo yakni Tulakan, Glagah, dan Gunung Wiyu, Desa Sejati, sepakat menolak keberadaan penambangan batu jenis andesit di desa setempat. Penolakan itu didasari atas tidak adanya kompensasi untuk warga serta aktifitas tambang yang dinilai sangat mengganggu lingkungan.

Penolakan disampaikan dalam dengar pendapat di Gedung DPRD Wonogiri, Kamis (9/7). Puluhan warga Sejati Kecamatan Giriwoyo mengadukan perusahaan pertambangan batu andesit PT Ratna milik warga asal Pacitan, Jatim.

Mereka mendesak agar usaha tersebut ditutup karena selain belum berizin juga meresahkan penduduk karena mengganggu lingkungan atas penggunaan bahan peledak untuk menghancurkan bukit-bukit batuan

Mulyanto juru bicara warga menuturkan, keberadaan pertambangan seluas 10 hektare belum berizin, di lain hal lingkungan belum pernah dimintai persetujuan.

“Sejak pertambangan CV Ratna beroperasi banyak sumber air penduduk mati dan merusak lingkungan,” kata Mulyanto.

Yang meresahkan lagi, imbuhnya,  belakangan ini perusahaan tambang batu andesit itu melakukan peledakan atas bukit-bukit yang ada serta menggunakan sejumlah alat berat.

Menurut warga lainnya, Muhammad Nasroh, dampak dari penggunaan bahan peledak, getarannya mencapai radius satu kilometer. Tak hanya getaran yang ditimbulkan, akan tetapi jalan dusun juga mengalami kerusakan akibat digunakan untuk akses pengangkutan hasil tambang.

Nasroh menyebutkan, warga di  tiga dusun belum pernah menerima adanya sosialisasi ataupun kompensasi dari pihak perusahaan. “Sebenarnya sudah kami tegur, tapi mereka seolah-olah tuli,” jelasnya.

Ditambahkan, aksi protes yang dibarengi dengan penutupan akses jalan menuju lokasi penambangan dilakukan warga pada pekan lalu. Hal itu merupakan bentuk puncak kekesalan warga setempat.

“Kami ini sudah berkali-kali dibohongi,kami tidak mau tertipu lagi,” tandasnya.

Dengar pendapat yang dipimpin Ketua DPRD Wonogiri Setyo Sukarno, belum memutuskan untuk menutup usaha pertambangan PT Ratna. Hanya saja, DPRD memerintahkan Dinas Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (DPESDM) untuk mengecek langsung ke lapangan soal keluhan masyarakat tersebut. (BJ09)