Home Headline Tolak JK Jadi Cawapres, Golkar Jateng Minta Airlangga Hartarto Dampingi Jokowi 

Tolak JK Jadi Cawapres, Golkar Jateng Minta Airlangga Hartarto Dampingi Jokowi 

534
0
Diskusi Komunitas @TentangGolkar di Semarang.
      Semarang, 29/7 (BeritaJateng.net) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Tengah tegas menolak pencawapresan kembali wakil presiden Jusuf Kalla di Pilpres 2019. Golkar meminta jaminan (Garansi) jika Jokowi urung mengusung Airlangga Hartarto sebagai cawapres.
       “Internal Golkar menilai lebih baik MK menolak gugatan Pak JK terkait UU Pemilu, jika dikabulkan bisa berdampak pada lembaga negara lainnya,” kata Petit Widi Atmoko, Wakil Ketua Bidang Organisasi Kemasyarakatan DPD Golkar Jateng, dalam diskusi Komunitas @TentangGolkar, di Semarang, Sabtu (28/7).
       Dampak jika dikabulkan, kata Petit, bisa jadi para mantan presiden terdahulu akan menggugat hal yang sama pula. “Bisa jadi nanti mantan presiden SBY ikut menggugat, ikut maju pencapresan. Saya yakin MK punya independensi memutuskan,” ujarnya.
       “Kalau sudah dua periode etikanya sudah tak mencalonkan lagi,” lanjutnya.
        Pihaknya meyakini jika MK sebelum tanggal 9 Agustus 2018, atau sebelum masa pendaftaran capres dan cawapres, sudah ada keputusannya.
        “Hal yang sama juga Jokowi pasti sudah mengantongi nama cawapres sesuai kesepakatan para ketua umum partai koalisi,” ujar Petit yang juga Caleg Golkar DPRD Dapil I Jateng.
       Golkar menandaskan, nama Ketua Umum Airlangga Hartato diharapkan menjadi opsi cawapres dari Jokowi. Meski hak sepenuhnya ada ditangan Jokowi untuk memutuskan.
       “Kita akan mengikuti lobi-lobi ketua umum. Paling nanti ada rapimnas, misal Jokowi tak memilih Airlangga, itu bagian bagaimana presiden menggaransi pada partai kita. Kecuali mengambil Pak Airlangga sebagai cawapres ya gak ada rapimnas,” tutur Petit.
       Sementara, pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang Achmad Yulianto menyatakan, pencawapresan Airlangga Hartarto akan mendongkrak elektabilitas suara di Jawa Tengah baik partai maupun para caleg Golkar di Pileg dan Pilpres 2019.
       “Pemilih Jateng itu masih melihat kredibilitas partai dan figur, Airlangga Hartarto itu putra mantan Menteri Perindustrian era Suharto, nama itu masih kuat di Jateng,” kata Yulianto.
        Yulianto juga menilai, andai Jokowi tak mengambil Airlangga sebagai cawapres, nama Golkar di Jateng tetap masih kuat.
        “Golkar masuk dalam dua besar partai di Jateng, selain PDIP, Gerindra, dan PKB. Sistem dan struktural Golkar sudah kuat teruji sebagai partai senior. Siapapun figur cawapres, Golkar masih bisa memainkan peran caleg lainnya meraih suara signifikan,” tukasnya. (El)