Tol Semarang-Batang, Warga Protomulyo Tuntut Ganti Rugi yang Tak Kunjung Dibayar

Warga Korban Tol tetap bertahan meski sudah pembangunan tol sudah dimulai
          KENDAL, 5/6 (BeritaJateng.net) – Warga Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal yang terdampak jalan tol Batang Semarang menuntut ganti rugi segera dibayarkan. Hal itu lantaran warga resah dengan dimulainya aktivitas pekerjaan jalan tol.
           Menurut warga, dimulai proyek tol telah mengakibatkan warga diserang polusi. baik polusi udara akibat banyaknya debu yang masuk ke rumah warga. Selain itu polusi suara yang berasal dari suara alat berat proyek tol. Bahkan jika hujan lebat, banyak rumah warga yang kebanjiran karena saluran air sudah tertutup oleh proyek tol.
            Sedikitnya ada 130 tanah dan bangunan di desa Protomulyo yang belum menerima uang ganti rugi proyek pembangunan jalan tol Batang Semarang seksi IV dan V. Warga korban tol hanya dijanjikan oleh pejabat pembuat komitmen dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Senin (05/06) siang warga melakukan aksi pemasangan spanduk tuntutan.
            Warga tetap bertahan di rumahnya, meski pekerjaan pembangunan jalan tol batang semarang sudah dilakukan. Spanduk tuntutan bertuliskan agar ganti rugi yang sudah disepakati segera dibayarkan. Warga menilai pelaksana proyek hanya janji saja dan tidak segera merealisasikan pembayaran.
             Menurut warga nilai ganti rugi sudah disepakati dan warga sudah siap direlokasi ke tempat lain. “Warga sudah hutang ke bank untuk membangun rumah dilokasi yang baru. Namun hingga kini pembayaran ganti rugi tidak segera dicairkan warga terpaksa bertahan tidak pindah ke lokasi baru hingga ada pembayaran,” kata Saefudin, warga Protomulyo.
Warga Korban Tol tetap bertahan meski sudah pembangunan tol sudah dimulai
Warga Korban Tol tetap bertahan meski sudah pembangunan tol sudah dimulai
          Ditambahkan Saefudin, warga tidak menola pembangunan jalan tol ini namun ingin janji dari BPN dan PPK segera dibayarkan ganti rugi. “Nilainya tidak dipermasalahkan, dan kami siap pindah ke lokasi baru. Kami hanya ingin segera dibayarkan karena sudah dijanjikan awal tahun,” imbuhnya.
            Sementara warga lain mengatakan tidak bisa pindah ke lokasi yang baru karena takut bangunan dihancurkan karena sudah ditinggal pemiliknya. “Padahal pekerjaan sudah mulai dilaksanakan sehingga warga resah dengan suara bising dan lingkungan yang banjir jika hujan turun,” ujar  Rokhim.
           Warga sendiri masih beraktivitas seperti biasa meski alat  berat mulai melakukan penggalian untuk pondasi jalan tol Batang Semarang. (sty/El)

Tulis Komentar Pertama