Home Ekbis Tol Dibangun, Apartemen Di Semarang Semakin Menggeliat

Tol Dibangun, Apartemen Di Semarang Semakin Menggeliat

514
0
Project Director PT PP Properti Tbk Siswady Jamaluddin

Semarang, 29/9 (BeritaJateng.net) – Hunian vertikal atau apartemen terus bermunculan seiring masifnya pembangunan koneksivitas antar wilayah di negeri ini. Termasuk di Kota Semarang, Jawa Tengah, yang dipicu Tol Trans Jawa.

PT PP Properti Tbk adalah salah satu pengembang yang memanfaatkan kehadiran infrastruktur tersebut. Mereka mengembangkan Amartha View di wilayah Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Menariknya, belum selesai dengan tower pertama, perusahaan plat merah ini sudah mulai merencakan pembangunan tower berikutnya.

Di wilayah kecamatan yang sama juga tengah dibangun apartemen The Akavia. Keduanya sama-sama memanfaatkan ekses dari keberadaan Tol Trans Jawa.

Project Director PT PP Properti Tbk Siswady Jamaluddin mengatakan, Amartha View dibangun sejak 2016 dan kini progesnya telah mencapai 85 persen.

Apartemen yang berada di tengah pemukiman itu bisa ditempati paling cepat awal tahun 2019 mendatang. “Apartemen pertama ini sudah sold out. Pembangunan sekitar 85 persen. Awal tahun 2019 sudah bisa dihuni,” ujar Siswady.

Kebutuhan hunian vertikal diyakini meningkat berkat adanya infrastruktur konektivitas tersebut. Pihaknya pun merencanakan pembangunan kedua di kompleks yang sama mulai Oktober 2018 mendatang.

Amartha View dibangun dengan konsep resor yang menyasar para pekerja kelas menengah. Hingga saat ini, sudah 25 persen dari unit kamar di tower 2 telah dipesan. Jumlah totalnya sebanyak 800 unit.

“Tower 2, Oktober dimulai pembangunannya. Sudah 25 persen terjual. Tower 2 ini kapasitas 800 unit,. Harga mulai Rp 420 juta tipe studio,” kata Siswady.

Siswady menambahkan, hunian bertingkat di ibu kota Jawa Tengah akan terus bermunculan karena Semarang merupakan kota industri. Banyak pekerja yang membutuhkan tempat tinggal.

Meski tidak berada di tengah kota, PP Properti yakin proyek Amartha View akan digemari pasar. “Terbukanya akses melalui jalan tol, potensi pasar terbuka. Salah satunya kami sediakan untuk para pekerja. Jadi konsep apartemen ini jadi resort,” tutup dia. (El)