Home Headline Tokoh PAN dan Personil PAC Deklarasikan Relawan Widhi Handoko

Tokoh PAN dan Personil PAC Deklarasikan Relawan Widhi Handoko

368
0
Widhi Handoko, calon wakil walikota bersama relawan yang dibentuknya.
Widhi Handoko, calon wakil walikota bersama relawan yang dibentuknya.
Widhi Handoko, calon wakil walikota bersama relawan yang dibentuknya.

Semarang, 5/5 (BeritaJateng.net) – Usai menggelar rapat Pleno beberapa waktu lalu, Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) akhirnya memilih dan mendukung pencalonan Widhi Handoko Sebagai bakal calon wakil Walikota Semarang untuk maju menjadi wakil Hendrar Prihadi dalam Pilwalkot 9 Desember mendatang.

Beberapa anggota dan simpatisan Muhammadiyah Semarang bergerak cepat memberikan dukungan dengan membentuk relawan dan posko.

Beberapa tokoh yang hadir dalam pembentukan relawan diantaranya sesepuh Partai Amanat Nasional (PAN) H. Junaidi SH, dan M. Muhtar serta sekitar 32 personil Ketua dan Sekretaris PAC PAN se-kota Semarang, di salah satu restoran di Semarang, Senin (4/5), malam.

“PDM ibarat bapak kami, dan sudah jelas jika Muhammadiyah mendukung dan memilih Widhi Handoko maju sebagai balon Wakil Walikota Semarang mendampingi Hendi dari PDI Perjuangan,” ujar Junaidi.

Menurutnya, kehadiran dukungan dari PAC PAN dan anggota Muhammadiyah lepas dari kepartaian dan merupakan dukungan individu masing-masing. Mereka sepakat akan mendukung kader Muhammadiyah yang akan maju menjadi Cawawalkot Semarang, sesuai amanat pleno PDM Muhammadiyah.

Terlepas dari dukungan PAN, dimana telah mengikrarkan diri dengan koalisi Gerindra dengan memilih pasangan lainnya, M. Junaidi menilai itu adalah pribadi masing-masing, namun alangkah bijaknya jika ada kader Muhammadiyah yang sudah pasti mendapat restu dari PDM hendaknya diusung dan didukung penuh.

“Saya harap PAN juga tidak akan lupa dan tak akan meninggalkan bapaknya (Muhammadiyah, Red.) untuk bersama menyatukan barisan dalam mendukung kadernya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut telah diikrarkan dengan membentuk relawan AR-WIDH (Aku Relawan Widhi) dengan posko utama sementara masih berada di kantor milik Widhi Handoko di Jalan Gombel Lama No.39A.

Sementara itu, Ketua DPC PAN Kota Semarang, Wachid Nurmiyanto saat di konfirmasi mengatakan, jika mengatasnamakan partai (PAN,Red.), maka ini di komunikasikan secara internal.

Menurutnya, jika menggunakan nama PAN, maka harus berkomunikasi atau setidaknya minta izin terlebih dahulu, karena DPC Kota Semarang sudah berkoalisi dengan Gerindra, dalam mengahadapi Pilwalkot.

Di tanya sanksi yang akan di berikan kepada kader PAN yang ‘nyabang’, Wachid menyatakan akan mengkomunikasikan terlebih dahulu dengan internal agar jelas arahnya.

“Apabila nantinya Widhi Handoko mendaftarkan ke koalisi Garuda-Matahari, ya ndak masalah, tapi kalau belum mendaftar, kami harap atas kesadaran bersama, yang merasa anggota PAN untuk seyogyanya bersama-sama mendukung calon yang di usung PAN,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, jika yang mendeklarasikan mendukung calon partai lain tidak masuk dalam struktur pengurus PAN, ia tidak mempermasalahkan.

“Tapi kalau pak Muhtar, Junaidi, itu kan tidak masuk dalam struktur kepengurusan, jadi apapun yang dilakukan teman-teman bukan tanggung jawab dan tidak bersangkut paut dengan PAN,” katanya.

Senada dengan Wachid, sekretaris DPD PAN Yanuar Munchar mengatakan koalisi Gerindra dan PAN terus mendapatkan dukungan dan sebentar lagi akan menambah kekuatan dengan bergabungnya PKB.

“Saya kira tidak ada kalimat seluruh dan tidak ada kalimat semua tidak memiliki arti. Politik itu dinamis dan belum satu pun yang dapat memastikan,” ujarnya.

Disinggung mengenai deklarasi yang mengatasnamakan pribadi Ketua PAC PAN dan sekretaris yang mendukung calon lain, Yanuar mengatakan pihaknya belum melakukan klarifikasi internal.

“DPD PAN Kota Semarang belum melakukan klarifikasi secara internal,terkait pilkada ada momentum yang bisa jadi di manfaatkan pengurus partai secara pribadi tidak hanya di PAN. Nantinya hasil keputusan rapat harian terkait sanksi maupun pemecatan pengurus jelas sesuai AD-ART partai,” pungkas Yanuar. (BJ05)