Home Ekbis Toko Modern Harus Bersinergi Dengan UMKM

Toko Modern Harus Bersinergi Dengan UMKM

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 19/5 (BeritaJateng.net) – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Semarang menyatakan toko modern harus bersinergi dengan kalangan UMKM sebagai mitra yang saling menguntungkan.

“Salah satu upayanya, yakni masuknya produk-produk UMKM ke toko modern,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang Litany Satyawati usai Pelatihan Manajemen Ritel Bagi UMKM di Semarang.

Pelatihan yang diikuti sebanyak 100 pelaku UMKM se-Kota Semarang yang berlangsung di Gedung Mochammad Ichsan Kompleks Balai Kota Semarang itu diprakarsai Alfamart dan Pemerintah Kota Semarang.

Menurut Litany, produk-produk UMKM di Kota Semarang sekarang ini berani bersaing dalam kualitas sehingga tidak perlu khawatir dengan masuknya produk-produk industri besar ke pasaran.

“Hambatan utama yang dihadapi pelaku UMKM di Kota Semarang, salah satunya adalah kurang percaya diri. Padahal, kualitas dan harga dari produk UMKM selama ini berani bersaing,” tegasnya.

Ia mencontohkan produk sulam pita menjadi berbagai produk, mulai kerudung, dompet, tas,wadah kosmetik, wadah telepon seluler (ponsel), dan berbagai barang lain yang sekarang ini tengah marak.

“Pengrajin produk sulam pita ini sudah menyebar di sembilan kecamatan dari 16 kecamatan yang ada di Kota Semarang. Kami berikan dana pendamping permodalan bagi pelaku UMKM dengan bunga ringan,” kata Litany.

Sementara itu, Corporate Communication Alfamart Cabang Semarang Eko Mujianto mengatakan sejumlah produk olahan dari UMKM di wilayah itu bakal segera dipasarkan di gerai-gerai toko modern tersebut.

“Ada sejumlah produk, seperti makanan ringan, kebutuhan pokok, hingga cinderamata. Kami telah menyediakan beberapa ‘display’ produk industri rumahan, termasuk mengadakan pelatihan,” katanya.

Member Relation Manager Alfamart Cabang Semarang Sunarto menjelaskan pihaknya tidak ingin kehadiran toko modern dianggap mematikan usaha-usaha kecil, melainkan saling bersinergi untuk mengembangkan diri.

Makanya, kata dia, Alfamart Cabang Semarang saat ini memiliki 5.500 pengusaha warung kelontong yang menjadi binaannya, meliputi wilayah Semarang, Ungaran, Salatiga, Pemalang, Temanggung, hingga Demak.

“Kami bantu mereka untuk mengembangkan diri, mulai pembinaan dari aspek kebersihan, pelayanan, ‘display’, dan sebagainya. Mana yang kurang, kami berikan masukan untuk perbaikan,” katanya.

Bagi yang sudah menjadi “member”, kata dia, Alfamart akan menyuplai produk-produk dagangan yang diperjual-belikan sehingga para pengusaha warung itu tidak perlu repot harus menyuplai barang.

“Dari aspek waktu, tenaga, dan biaya kan lebih efisien. Selain itu, mereka yang kekurangan modal akan kami bantu akses ke perbankan yang menjalin kerja sama dengan kami selama ini,” pungkasnya. (Bj05)