Home Headline TNI Tangkap Narkoba, Elit Polri Cuek Bebek

TNI Tangkap Narkoba, Elit Polri Cuek Bebek

Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 4/10 (BeritaJateng.net) – Indonesia Police Watch (IPW) memberi apresiasi pada anggota TNI
Letkol Lambok Damanik yang membantu anggota Polri dalam menangkap jaringan narkoba yang membawa 2.598 kg ganja kering dari Aceh.

Sayangnya sikap pamen TNI ini tidak mendapat apresiasi dari Kapolri, Kabareskrim mapun BNN. Padahal sikap ini mampu mencairkan hubungan
TNI-Polri yang kerap diwarnai bentrokan yang menelan korban jiwa.

Lekol Lambok Damanik adalah pamen intelijen TNI. Jaringan Lambok melaporkan, ada sebuah truk dari Aceh menuju Jakarta membawa sekitar
3.000 kg ganja kering yang disembunyikan di dalam 73 karung dan dicampur dengan bahan makanan.

Pantauan terakhir menyebutkan truk itu masuk ke rumah mewah di Sentul, Bogor dan 8 Juli 2015 sore Lambok
menyergap truk pembawa ganja tersebut.

Saat bersamaan muncul tim reserse Polres Lampung Selatan yang rupanya sudah memantau truk itu saat menyeberang di Bakaheuni. Lambok lalu menyerahkan truk berisi ganja itu ke polisi sambil mengingatkan jangan macam-macam dengan barang bukti ganja itu dan bandar narkobanya harus diproses secara
hukum.

“Meski sikap pamen TNI ini sangat simpati dalam mendukung tugas polisi, sayangnya Kapolri, Kabareskrim maupun BNN tidak memberi apresiasi dan cuek terhadap bantuan yang diberikan Lambok,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Minggu.

Padahal lanjut Neta, sikap simpati ini bisa mencairkan hubungan TNI-Polri yang kerap diwarnai bentrokan.

“Untuk itu menjelang HUT TNI 5 Oktober 2015, IPW memberi apresiasi pada Letkol TNI Lambok Damanik, dengan harapan, meski elit Polri cuek bebek tapi anggota TNI diharapkan tetap selalu bersikap membantu tugas-tugas kepolisian di lapangan,” harapnya.

Dengan begitu, bentrokan TNI-Polri bisa ditekan. Sebab IPW mencatat, tahun 2015 sudah ada tiga bentrokan. Korbannya, dua polisi luka tembak dan satu TNI tewas luka tembak.

Tahun 2014 ada tujuh bentrok TNI-Polri. Total korban 12 orang, terdiri dari dua tewas dan 10 luka. Korban terbanyak adalah TNI, satu tewas tertembak dan tujuh luka, yang lima di antaranya tertembak. Sedangkan polisi yang menjadi korban satu tewas dan tiga luka tusuk.

“Bentrokan TNI-Polri tahun 2014 tergolong tinggi dibandingkan tujuh
tahun sebelumnya. Di 2007 misalnya hanya terjadi 3 peristiwa, 2008
terjadi 2 peristiwa, 2009 terjadi 4 peristiwa, 2010 terjadi 6 peristiwa, 2011 terjadi 1 peristiwa, 2012 terjadi 1 peristiwa, dan 2013 terjadi 4 peristiwa.

“IPW berharap sikap simpati Letkol TNI Lambok Damanik ini bisa memperbaiki hubungan TNI-Polri, meski elit Polri cuek bebek terhadap partisipasi anggota TNI ini,” pungkas Neta. (BJ)