Home Headline TNI Gelar Razia TNI Gadungan

TNI Gelar Razia TNI Gadungan

Petugas memeriksa pengendara yang kedapatan membawa jaket TNI
Petugas memeriksa pengendara yang kedapatan membawa jaket TNI
Petugas memeriksa pengendara yang kedapatan membawa jaket TNI

Demak, 21/1 (BeritaJateng.net) – Banyaknya aksi kejahatan dengan modus menyamar sebagai anggota TNI, jajaran Kodim 0716 Demak dan Polres Kudus menggelar razia dengan sasaran warga sipil yang mengenakan atribut militer dan polisi, Rabu.

Razia dilakukan di lokasi jembatan timbang yang kini mangkrak, di jalan Sultan Trenggono, jalur pantura Demak. Sejumlah pengendara sepeda motor, serta mobil yang melintas di jalur pantura dihentikan dan diperkisa kelengkapan surat surat kendaranya.

Sejumlah motor dan mobil milik warga sipil yang diberi tempelan sticker atribut TNI langsung dicopot petugas.

Dalam razia tersebut petugas bertindak tegas dengan menyita jaket loreng TNI yang dikenakan warga sipil.

”Ini jaket pemberian kakak saya yang sekarang tugas sebagai TNI ada di Kalimantan,” kata Basri (45) warga Demak.

Petugas menyita jaket loreng milik TNI dari warga sipil
Petugas menyita jaket loreng milik TNI dari warga sipil

Dalam razia yang dimulai pukul 09.00 hingga siang ini, petugas gabungan menyita 25 sticker bertulisakn TNI dan Polri, satu jaket TNI serta satu buah kaos polisi. Aksi kejahatan yang dilakukan pelaku dengan modus menggunakan atribut TNI di Demak terbilang cukup marak.

Sepekan yang lalu salah seorang warga Karanganyar Demak kehilangan sepeda motornya. Modus yang di lakukan pelaku yaitu dengan mengaku sebagai anggota TNI dan kemudian meninggalkan jaket yang di kenakan, agar korbanya percaya saat pelaku meminjam motor. Namun begitu pelaku berhasil membawa sepeda motor dipastikan tidak akan kembali lagi.

“Razia ini dilakukan untuk menekan tindakan Kriminal yang dilakukan TNI maupun polisi gadungan di wilayah Demak,” ujar Pjs Pasi Intel Kodim 0716 Demak, Lettu Inf Alex Effendi.

Menurutnya, atribut TNI mudah didapatkan, mereka bisa beli di toko, namun sayangnya justru di salahgunakan untuk tidak kejahatan. (BJ26)