Home Lintas Jateng TMC Indonesia Peduli Pendidikan di Pelosok

TMC Indonesia Peduli Pendidikan di Pelosok

1089
0
TMC Indonesia Peduli Pendidikan di Pelosok

Grobogan, 29/10 (BeritaJateng.net) – Tak banyak bikers (pengendara sepeda motor) yang peduli pada pendidikan di negeri ini. Berbeda dengan Teacher Motor Community (TMC) Indonesia, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, klub motor yang mayoritas beranggotakan guru itu , melakukan aksi bakti pendididkan.

Melalui program TMC for A Thousand Dreams, TMC Indonesia menyambangi SDN 03 Prigi, yang terletak di Dukuh Pepe , Desa Prigi, Kecamatan Kedungjati, Grobogan.

Selama dua hari, 27 – 28 Oktober 2018, mereka melakukan sejumlah kegiatan di SDN yang jauh dari hiruk pikuk keramaian dunia pendidikan Indonesia. Mulai belajar ilmu agama, nonton bareng film Laskar Pelangi, upacara bendera serta aneka game edukasi.

“Kami dari TMC ingin menjadi bagian yang sedikit itu (peduli pendidikan), meski kemampuan kita terbatas. Setidaknya kami peduli dan ingin pendidikan di negerai ini lebih baik dan terus maju,” kata Sutoto Wibowo , Ketua TMC Indonesia.

“Kami juga mendonasikan buku bacaan dan pengetahuan hasil donasi kawan – kawan, semoga buku – buku itu bermanfaat,” lanjutnya.

TMC for a Thousand Dreams, sambung Sutoto, adalah salah satu kegiatan sosial komunitas motor yang di lakukan di lingkungan pendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal.

“Ini kegiatan TMC yang kedua, sebelumnya kita juga pernah melakukan aksi bhakti pendidikan di Madrasah Diniyah (Madin) Darussalam, Gedangsari, Gunung Kidul, Yogyakarta,” ujarnya.

Menurut Sutoto, SDN 03 Prigi, merupakan sekolah yang berada jauh di pelosok dan terletak di tengah hutan jati serta di perbukitan berpadas. Sekolah tersebut juga termasuk SD yang unik karena hanya memiliki 30 siswa saja, terdiri dari kelas 2 sebanyak 10 siswa, kelas 4 terdiri dari 9 siswa dan kelas 6 hanya 11 siswa. Sedangkan jumlah tenaga pendidik yang mengajar hanya 6 orang, yang terdiri dari tiga guru PNS dan tiga guru honorer.

“Selain jauh dari kota, akses jalan menuju kesana juga sulit. Meskipun jauh dan medannya sulit, semuanya kita nikmati, jadi perjalanan terasa ringan. Rasa lelah dan letih terbayar, karena kami bisa berbagi dan berbhakti untuk pendidikan. Apalagi melihat senyum ceria anak – anak,“ pungkasnya. (El)