Home Kesehatan Tips Sehat Penderita Stroke Untuk Keharmonisan Rumah Tangga

Tips Sehat Penderita Stroke Untuk Keharmonisan Rumah Tangga

551
H. Agus Sahid, konsultan seksologi dan enterpreneur multitalent.

SOLO, 22/3 (BeritaJateng.net) – Rahasia keharmonisan dalam suatu rumah tangga salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan batin yang maksimal bagi pasangan suami-istri (pasutri). Meski sebenarnya juga bukan menjadi tolok ukur kebahagiaan rumah tangga yang sakinah, mawardah, warohmah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Agus Sahid, konsultan seksologi sekaligus enterpreneur multitalent asal kota Solo Jawa Tengah yang sudah menerbitkan buku Quantum Sex 7 Jurus Ampuh Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga.

Isi buku karangan Agus ini juga sudah pernah dikupas dalam seminar oleh pakar Seks dr. Boyke Dian Nugraha beberapa waktu lalu. Yang berisi kiat membina sebuah rumah tangga yang sukses salah satunya adalah hubungan seksualitas pasutri yang sehat.

“Buku karangan saya pernah di bedah isinya oleh pakar seks terkenal seperti dr. Boyke Dian Nugraha dalam suatu seminar” jelas Agus di Solo Jawa Tengah Senin (21/3/2016) malam.

Menurut Agus, kebahagian bukan hanya dari materi saja. Kebahagian pasangan suami istri barulah di rasa utuh lahir dan bathin, jika kepuasan biologis bisa terpenuhi pada masing masing pasangan suami istri.

“Suami atau istri berkewajiban
memenuhi segala kebutuhan lahir maupun batin”, kata Agus.

Banyak kasus perceraian yang dipicu karena minimnya faktor kepuasan biologis yang tidak terpenuhi pada masing masing pasangan. Baik suami maupun istri. Padahal hal itu juga sudah diatur dalam agama dan UU perkawinan.

Selain mengancam keutuhan rumah tangga karena kebutuhan batin yang tidak diterima secara maksimal juga disebabkan salah satunya pasangan ada yang menderita sakit seperti stroke.

Menurut Agus, bagi kaum pria khususnya yang pernah mengalami gejala stroke mungkin bisa menganggu aktifitas seksualnya. Namun bukan berarti alat kelaminnya juga ikut lumpuh. Kecuali jika strokenya sangat parah dan mempengaruhi hampir semua sistem syarahnya.

Sebenarnya papar Agus itu bisa disembuhkan. Penderita stroke masih memiliki gairah, asalkan penderita tatap bisa mengatur kondisi gula darahnya agar tidak berlebihan.

Namun papar Agus, ada trik khusus juga posisi yang aman bagi penderita gejala stroke semuanya terangkum dalam buku yang sudah di tulis Agus. Diantaranya pasangan harus selalu memberi dukungan dan semangat agar timbul keberanian untuk berhubungan dengan pasangan.

“Kadangkala bagi penderita stroke kelumpuhan atau kehilangan rasa dapat mengganggu kegiatan seks. Ada bagian tubuh tertentu yang sudah tidak sensitif. Solusinya cari bagian tubuh lain yang masih sensitif,” saran Agus.

Selanjutnya jelas Agus pilih posisi yang paling nyaman saat berhubungan. Variasi bisa dilakukan asal membuat keduanya merasa nyaman. Jika suami adalah pasien stroke, maka peran istri untuk lebih aktif demikian juga sebaliknya.

Yang terpenting ciptakan suasana yang nyaman, tenang, harum sehingga akan membuat pemsetita gejala stroke merasa nyaman. Juga dibarengi sikap sabar dari pasangan untuk selalu memberi semangat untuk bisa pulih seperti semula.

“Namun, jika penderita stroke jika ingin berhubungan intim jangan terlalu banyak makan, capai, atau rasa takut. Sebaiknya ditunda dulu,” pesannya. (Bj24).