Home Headline Ini Tips Mencegah Pikun

Ini Tips Mencegah Pikun

lupa
Ilustrasi

Semarang, 24/1 (Beritajateng.net) – Terkadang seseorang mengabaikan penyakit pikun atau yang biasa dikenal dengan Alzheimer. Padahal penyakit ini dapat dicegah sejak dini dengan mengetahui gejalanya terlebih dahulu.

Dr. Rejeki Andayani, S.sPd KGer dari RSUP dr Kariadi Semarang ingin berbagi cara mengenali gejala Alzheimer.

Menurutnya, gejala umum yang sering terjadi pada penderita Alzheimer yakni pertama, Gangguan daya ingat.

Penderita sering lupa pada kejadian yang baru saja terjadi, lupa janji, menanyakan dan menceritakan hal yang sama berulangkali.

Yang kedua adalah sulit fokus yakni sulit melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari, misalnya tidak dapat melakukan perhitungan sederhana dan bekerja dengan waktu lebih lama dari biasanya.

Gejala ketiga, sulit melakukan kegiatan familiar. Seringkali sulit untuk merencanakan atau menyelesaikan tugas sehari-hari contoh lupa cara masak, lupa cara mengoperasikan handphone dan bingung cara mengemudi kendaraan.

Gejala Alzheimer keempat yakni Disorientasi. Penderita akan bingung perihal waktu (tanggal atau hari-hari penting), bingung dimana mereka berada dan bagaimana mereka sampai disana, bahkan tidak tahu jalan pulang kembali ke rumah.

Gejala kelima, kesulitan memahami visuo spasial. Penderita Alzheimer dapat dilihat dari kesulitan membaca, mengukur jarak, membedakan warna, tidak mengenali wajah sendiri di cermin hingga tidak dapat membedakan antara sendok dan garpu.

Selanjutnya, gejala keenam gangguan komunikasi, penderita akan kesulitan berbicara dan mencari kata yang tepat untuk menjelaskan suatu benda, seringkali berhenti di tengah percakapan dan bingung untuk melanjutkannya.

Gejala penderita Alzheimer ketujuh, menaruh barang tidak pada tempatnya. Penderita akan lupa dimana meletakkan sesuatu, bahkan kadang curiga pada orang sekitar yang mencuri atau menyembunyikan barang tersebut.

Salah membuat keputusan, merupakan gejala Alzheimer ke delapan. Contoh pada kasus ini, misalnya berpakaian tidak serasi, tidak mampu merawat diri dan tidak dapat memahami jumlah uang yang dibayarkan saat bertransaksi.

Menarik diri dari pergaulan, misalnya tidak memiliki semangat ataupun inisiatif untuk melakukan aktivitas atau hobby yang biasanya dilakukan serta tidak bisa bersosialisasi.

Dan gejala yang terakhir yakni, perubahan perilaku dan kepribadian. Penderita Alzheimer memiliki emosi yang mudah berubah, menjadi bingung, curiga, depresi, takut atau tergantung yang berlebihan pada anggota keluarga, mudah kecewa, marah dan putus asa baik dalam pekerjaan maupun rumah tangga. (Bj05)