Home Advertorial Tips Mencegah Kanker pada Anak

Tips Mencegah Kanker pada Anak

911
ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Semarang, 7/1 (beritajateng.net) – Kanker bisa terjadi pada siapa saja, bukan hanya orang dewasa bahkan faktanya jumlah anak-anak yang terkena kanker selalu meningkat setiap tahunnya. Berikut beberapa cara untuk mencegah kanker pada anak yang dipaparkan Dokter Bambang, seorang konsultan penyakit kanker pada anak di RSUP Kariadi Semarang.

“Hampir 99 persen peserta BPJS yang ada di RSUP Kariadi 80 persennya penderita kanker, bahkan lebih banyak penderita kanker anak-anak usia 4 hingga 16 tahun,” papar Bambang.

Menurutnya, gejala yang di deteksi sejak dini oleh pasien kanker ialah kondisi pucat, anemia, trombosit berkurang, pembesaran liver dan limpa serta sulitnya pemyerapan gizi pada sumsum-sumsum tulang.

“Untuk mencegah kanker pada anak, pertama orang tua harus melakukan dan mengajarkan gaya hidup sehat. Contoh gaya hidup sehat yakni mengkonsumsi sayuran dan buah serta berolahraga dengan teratur,” tambahnya.

Kebiasaan merokok didekat anak juga dapat menjadi salah satu penyebab kanker paru-paru, sebab anak-anak rentan terkena penyakit meskipun perokok pasif sekalipun. Cara memasak yang benar juga bisa mengurangi resiko kanker, asupan garam dan gula yang berlebihan juga berpengaruh. Mencuci sayuran dan buah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi juga harus dilakukan, karena pestisida juga mempengaruhi tumbuhnya kanker.

“Pemberian Asi pada bayi juga membantu kekebalan tubuh bayi, sedangkan bagi seorang Ibu sangat baik karena mengurangi resiko kanker payudara. Justru susu dan olahan susu sapi yang harus dikurangi,” ujarnya.

Bambang menambahkan, berat badan anak juga perlu di perhatikan sebab obesitas atau kelebihan berat badan sangat memungkinkan terkena penyakit kanker.

Suasana dan kondisi rumah juga berpengaruh sebagai pemicu munculnya kanker. Jauhkan anak-anak dari kondisi rumah yang terkena pulosi asap motor dan mobil serta munculkan kenyamanan dalam rumah.

“Jangan biarkan anak depresi dan stres dengan kondisi keluarga atau rumah, sebab kondisi anak yang depresi mudah terjangkit kanker,” katanya. (BJ05)