Home Hiburan Tingkatkan Kunjungan Wisata, Disbudpar Hadirkan Buyer Potensial dan Giatkan Promosi Di Media

Tingkatkan Kunjungan Wisata, Disbudpar Hadirkan Buyer Potensial dan Giatkan Promosi Di Media

316

Semarang, 13/11 (BeritaJateng.net) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang berupaya menggenjot promosi destinasi wisata yang ada di Kota Semarang diantaranya dengan mengundang buyer potensial dari luar kota dan menggiatkan promosi di berbagai media.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Masdiana Safitri kepada Wawasan di Kawasan Wisata Gua Kreo Kandri, Semarang.

Menurutnya, upaya tersebut bisa melalui pemberitaan positif baik melalui media konvensional maupun media sosial.

“Media sosial memiliki jangkauan yang amat luas dan dalam waktu yang serentak sehingga promosinya bisa sampai luar daerah bahkan mancanegara,” terangnya.

Begitu pula kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Semarang, dinilainya akan menjadi ajang promosi mulut ke mulut. Citra positif yang diperoleh dari hasil kunjungan, akan disebar oleh mereka yang sudah berkunjung, kepada wisatawan lain yang belum ke Semarang.

Masdiana mengakui, kehadiran Waduk Jatibarang dan Gua Kreo menjadi magnet baru destinasi wisata kota ini. Karenanya, pihaknya menyambut baik promosi yang dilakukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pandanaran dalam menawarkan paket-paket wisata yang mereka miliki.

“Pokdarwis ini punya paket outbond, belajar membatik, belajar bertani hingga river tubing yang menjadi spot terbaru berwisata di sini,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto yang menyempatkan berkunjung ke Kandri mengakui potensi wisata di daerah ini sangat menjual. Warga dan Pokdarwis tinggal mengemas dan menjualnya melalui paket-paket yang dapat ditawarkan melalui biro perjalanan wisata.

“Silakan dikomunikasikan dengan pemerintah setempat serta dewan, kekurangannya apa, perlu pengaturan perda atau bagaimana,” tuturnya.

Pihaknya secara pribadi mengaku siap mempromosikan wisata Semarang ke Jakarta. Bahkan pihaknya akan membawa hasil-hasil kerajinan warga untuk dipromosikan dan dijual dalam setiap perhelatan pameran di luar negeri.

Jika ada perajin atau UMKM yang menginginkan pendampingan dan pelatihan, pihaknya juga siap memberikannya. Diakui, kendala terbesar perajin dan UKM di kota ini adalah terkait dengan pengemasan dan pemasaran yang masih terbatas. (Bj)