Home News Update Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, Ita Berencana Lengkapi Alat Medis dan Rebranding Puskesmas

Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, Ita Berencana Lengkapi Alat Medis dan Rebranding Puskesmas

Semarang, 10/11 (BeritaJateng.net) – Calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu berencana meningkatkan kesehatan masyarakat kota Semarang dengan upaya rebranding dan melengkapi peralatan medis portable di puskesmas-puskesmas di kota Semarang.

Hal ini disampaikan Mbak Ita–sapaan akrab Hevearita saat menghadiri pemeriksaan kesehatan Jantung, Stroke dan Tensi gratis di RW 18 Lintang Trenggono Kelurahan Tlogosari Kulon, Semarang.

Ita berpasangan dengan calon wali kota Hendrar Prihadi (Hendi) dengan slogan Hebat (Hendi-Ita Bersama Rakyat) diusung tiga partai politik, yakni PDI Perjuangan, Partai Nasdem, dan Partai Demokrat dan di dukung partai PPP, Partai Hanura dan PKPI.

Pemeriksaan gratis tersebut dilakukan oleh salah satu relawan sekaligus yang dosen yang bergiat dalam bidang kesehatan dr. Tjondro Indarto. “Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh dr. Tjondro Indarto, yakni melakukan penyuluhan dan membantu pemeriksaan kesehatan secara sukarela kepada masyarakat,” ujar perempuan yang memiliki ciri khas kemeja putih dan kerudung merah ini.

Menurutnya, upaya peningkatan kesehatan dengan meningkatkan kualitas hidup dengan upaya mencegah sakit seperti ini jelas lebih preventif ketimbang mengobati penyakit.

“Jika nanti kami mendapat amanah memimpin kota Semarang, kami berencana menyelami dan mengatasi permasalahan kesehatan di kota Senarang melalui Dinas Kesehatan. Kami akan menganggarkan alat medis seperti Ultra son Exacim ECM dan peralatan medis yang portable dan simple yang dapat menjadi investasi dalam penanganan permasalahan kesehatan,” ungkap Ita.

Ita menjelaskan, dengan biaya investasi kurang lebih Rp 2 miliar, peralatan medis Ultra son Exacim (ECM) dapat digunakan tenaga medis dari dinas kesehatan untuk mendeteksi penyakit, stroke dan jantung bagi warga kota Semarang.

“Untuk peningkatan kesehatan, alat semacam ini harus dimiliki dinas kesehatan. Alat ini kan investasi satu kali namun dapat digunakan ratusan lansia dan warga masyarakat,” lanjut Ita.

Selain melengkapi perlengkapan medis, Ita juga berencana melakukan rebranding puskesmas. “Saya ingin mengubah image puskesmas yang kumuh dan berbau obat menjadi nyaman dan mengedepankan pelayanan profesional perawat dan dokternya,” ujar Ita. (Bj05)