Tingkatkan Kualitas Siswa SMK Lewat Lomba Kompetensi Siswa

Tingkatan Kualitas Siswa SMK Lewat Lomba Kompetensi Siswa
             SEMARANG, 8/9 (BritaJateng.net) – Ratusan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) yang ada di Jawa Tengah, mengikuti lomba kompetensi siswa (LKS) yang digelar selama dua hari pada Kamis (7/9) sampai Jumat (8/9) hari ini. Tujuan lomba, adalah mengetahui tingkat kompetensi dan kwalitas siswa yang belajar di juran masing-masing.
              Ketua panitia acara LKS SMK Kota Semarang, Ardan Sirajudin mengatakan jika ajang tersebut sedikitnya diikuti sekitar 80an SMK negeri ataupun swasta yang ada di Jawa Tengah, total ada sekitar 25 mata lomba yang diambil dari jurusan-juruan program studi yang dimiliki oleh SMK. “ Totalnya ada 25 mata jurusan, mulai dari teknik kendaraan ringan, komputer jaringan, desain grafis, soft ware apilkasi dan yang lainnya,” katanya saat ditemui di SMK N 8 Semarang.
                 Pria yang juga menjabat sebagai Humas SMK N 8 Semarang ini menuturkan, lomba tidak dipustakan pada satu sekolah saja, selain di SMK N 8 Semarang, yang mengadakan mata lomba desain grafis dan software aplikasi, mata lomba lainnya juga digelar di sekolah lain seperti SMK N 7 Semarang, SMK N 4 Semarang dan yang lainnya.
                 “Memang tidak dipusatkan disatu tempat, dari lomba ini akan diambil satu pemenang tingkat kota yang akan mewakili Semarang diajang LKS tingkat propinsi Oktober mendatang,” jelasnya.
                  Mata lomba desain grafis misalnya, para peserta diharuskan membuat sebuah logo, poster dan katalog, sementara untuk software aplikasi, peserta diharuskan membuat sebuah program aplikasis secara digital. “Desain grafis ini digunakan sebagai parameter ketrampilan siswa di Kota Semarang, sementara untuk software aplikasi dirancang untuk menguji spesialis pengguna aplikasi perangkat lunak,” paparnya.
               Chandra Tri Hidayat, salah satu perserta lomba desain grafis dari SMK Santo Fransiskus Semarang menerangkan jika ia mengalami kesulitan untuk membuat logo terutama segi memilih warna, menurut dia membuat logo lebih sulit dibandingkan membuat poster dan katalog. “Logo paling sulit karena, orang harus faham lambang apa yang kita maksud sebagai ciri khas sebuah produk atau perusahaan,” ucapnya.
                Kepala SMK N 8 Semarang, Luluk Wibowo mengaku mendorong siswanya untuk bisa mengikuti ajang tersebut, agar punya pengalaman dan menunjukkan kwalitas yang dimiliki dengan mempraktikkan membuat salah satu produk. “Kami jelas mendukung dan mendorong siswa untuk lebih kreatif,” tambahnya.(El)

Tulis Komentar Pertama