Home Headline Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Semarang Tinggi

Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Semarang Tinggi

127

SEMARANG, 20/11 (BeritaJateng.net) – Penularan virus Covid-19 di Kota Semarang masih terus berjalan paska libur panjang dan cuti bersama beberapa waktu lalu.

Dari data yang dihimpun dari https://siagacorona.semarangkota.go.id , angka positif di Semarang mencapai 501 pasien, sementara jumlah pasien yang meninggal diangka 1.069 pasien.

Pjs Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto mengatakan, kasus positif di Semarang dua hari terus melandai, namun klaster keluarga dan perusahaan di Semarang masih terus mengalami penularan.

“Setelah libur panjang ini, klaster perkantoran dan perusahaan jumlahnya naik. Hal ini harus diperketat, termasuk yustisi di pemerintahan dan perushaan swasta,” katanya.

Ia menjelaskan, meski tergolong masih tinggi, jumlah pasien sembuh setiap harinya yang dirawat di Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota Semarang, ataupun Balai Diklat mencapai 30 sampai 40 orang per hari. “Yang masuk ada, tapi yang sembuh juga banyak, sehari bisa mencapai 30 sampai 40 orang,” tuturnya.

Dari awal pandemi, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Kota Semarang mencapai 12.218 kasus, dengan angka penyembuhan 10.648 kasus.

Saat ini Pemerintah Kota Semarang, terus menekan angka penularan kasus dengan menggencarkan operasi yustisi dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan.

Tavip mengimbau masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan dan wajib 3M untuk menekan angka penularan Covid-19. Masyarakat wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

“Termasuk kita akan masuk ke perusahaan swasta dalam waktu dekat, kelurahan, kecamatan sampai puskesmas. Kerumunan di pedagang kaki lima (PKL) serta pusat keramaian, juga akan kami evaluasi,” jelasnya.

Disinggung klaster pengajian yang terjadi di Manyaran, Tavip menjelaskan jika klaster tersebut sudah selesai tracking maupun tracingnya. Ia memastikan tidak ada lagi penularan dari kasus tersebut. “Klaster ini sudah tidak ada, kita akan perketat di klaster yang masih ada, keluarga, perkantoran dan perusahaan,” tuturnya.

Untuk anggaran penanganan Covid-19, Tavip mengeaskan jika Pemerintah Kota selalu menyiapkan anggaran ini, buktinya setiap kali melakukan yutsisi, pelanggar protokol kesehatan langsung dilakukan rapid. Jika reaktif langsung di swab test, ketika tekonfirmasi positif, langsung dilakukan isolasi.

“Secara detail serapannya saya tidak mengetahui rinci, bisa langsung ke Kepala Dinas Kesehatan. Yang jelas kita siapkan anggaran yang cukup untuk penanganan Covid-19,” pungkasnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen + twenty =