Home Headline Tinggalkan Cara Manual, BNNP Jateng Gunakan Mesin Pemusnah Narkotika

Tinggalkan Cara Manual, BNNP Jateng Gunakan Mesin Pemusnah Narkotika

719
0
Tinggalkan Cara Manual, BNNP Jateng Gunakan Mesin Pemusnah Narkotika
       Semarang, 26/11 (BeritaJateng.net) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng memusnahkan barang bukti Narkoba Jenis Sabu seberat 2,1 Kilogram hasil pengungkapan dua tersangka jaringan Solo.
        Sabu seberat 2 kilo lebih ini disita dari tersangka Ribut Hariono (20) dan Imam Yoga Prakosa alias Farhan (26). Dalam pengungkapan ini tersangka Imam Yoga Prakosa tewas ditembak mati karena melawan saat diminta untuk menunjukan barang bukti.
        Sebelum dimusnahkan, barang bukti sabu-sabu tersebut terlebih dulu diteliti keasliannya oleh petugas laboratorium forensik. Setelah sabu dicampur dengan cairan markuis, pembuktian positif sabu mengandung zat amphetamine jika berwarna orange kecoklatan.
        Pada pemusnahan kali ini BNNP Jawa tengah tidak menggunakan metode manual atau melarutkan sabu dengan cairan, yang dicampur dengan solar dan diterjen, melainkan  menggunakan mesin incinerator bantuan BNN pusat. Sabu dimusnahkan dengan di masukan kedalam alat incinerator dengan suhu 600 derajat celcius selama satu jam.
Tinggalkan Cara Manual, BNNP Jateng Gunakan Mesin Pemusnah Narkotika
       “Dulu dilakukan secara manual, sekarang sudah ada bantuan mesin dari (BNN) pusat,” ungkap Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol. M. Nur disaat pemusnahan, Senin (26/11).
        Pemusnahan dilakukan sesuai amanat pasal 91 UU nomer 35 tahun 2009, tentang Narkotika tentang pemusnahan barang bukti narkotika sesuai ketetapan status barang bukti yang telah dikeluarkan oleh kejaksaan Negeri Semarang.
       Menurut dia, dengan incinerator ini maka proses pemusnahan barang bukti narkotika bisa lebih efektif. Selain itu, kata dia, mesin pemusnah ini tidak hanya bisa digunakan oleh BNN.
       “Selain BNN juga bisa dipakai penegak hukum lain untuk pemusnahan, Ada beberapa gram yang disisakan untuk kebutuhan pembuktian di persidangan,” tambahnya.
       Pengungkapan peredaran sabu tersebut bermula dari penangkapan tersangka berinisial RH warga Kadokan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo di Terminal Mangkang Semarang Kamis (1/11) lalu.
       Tersangka RH bersama Iman Yoga, yang ditembak mati petugas,  berangkat ke Jakarta untuk mengambil pesanan sabu.
        Tersangka RH selanjutnya kembali ke Solo dengan menggunakan bus sambil membawa paket sabu-sabu dari Jakarta. Sementara Iman Yoga kembali mengunakan pesawat di ditangkap di Bandara Solo.
       Dari penyelidikan petugas BNN Propinsi Jawa Tengah Iman Yoga merupakan residivis kasus penyalahgunaan narkotika. Tersangka diketahui rutin mendatangkan 2 hingga 3 kg sabu dari Jakarta maupun Surabaya untuk diedarkan di wilayah Solo dan sekitarnya. (Nh/El)