Home Life Style Tim PKMM Undip Latih Pembuatan “String Art” di Desa Mluweh

Tim PKMM Undip Latih Pembuatan “String Art” di Desa Mluweh

140
0
STRING ART – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Mengabdi (PKMM) Undip bersama ibu-ibu dan remaja warga Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang menunjukkan hasil karya string art atau kerajinan dari benang.
             Semarang, 25/5 (BeritaJateng.net) – Empat mahasiswa Universitas Diponegoro  (Undip) Semarang yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Mengabdi (PKMM), selama 25 hari, sejak 30/4  hingga 24/5/2017 memberikan pelatihan pembuatan kerajinan benang (string art) kepada  warga di Desa  Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini  diikuti 25 orang, terdiri  ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri.
               “Pelatihan pembuatan kerajinan string art ini merupakan salah satu program kreativitas mahasiswa yang diusulkan oleh tim PKMM Undip kepada Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI (Kemenristekdikti RI) . Tujuannya, untuk menambah penghasilan ibu-ibu dan remaja putri warga Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang,” ujar ketua PKMM Undip, Isnaeni Nurrahmawati yang ditemui Rabu (24/5).
            Dalam pelatihan itu, Isnaeni Nurrahmawati, mahasiswi Undip jurusan Matematika angkatan 2015, dibantu  tiga temannya. Yakni Anindya Prameswari (Matematika 2016), Bardiatul Azkia (Fakultas Kesehatan Masyarakat 2014), Laita Rizka Maaris (Teknik Arsitektur 2014).
            Warga Desa Mluweh yang sebelumnya tidak tahu kerajinan benang (string art) dengan bahan baku benang sulam aneka warna itu, kini telah terampil membuat string art yang memiliki nilai jual tinggi. Wujudnya, berupa tokoh kartun, abstrak, dan bentuk-bentuk geometris. Dan harga dari aneka kerajinan dari benang itu pun bermacam-macam, berkisar Rp 60 ribu – Rp 200 ribu
            “Sejauh ini, kami ikut membantu memasarkan kerajinan dari bahan benang itu secara online, yakni melalui media sosial seperti line dan instagram. Kami optimis, ke depan pemasaran kerajinan dari benang ini prospektif,” ujar  Anindya Prameswari menambahkan.
            Diakui, masyarakat Desa Mluweh sangat antusias mengikuti pelatihan pembuatan kerajinan string art ini. Dengan tekun mereka mengikuti pelatihan yang diberikan Tim PKMM Undip, hingga setiap peserta mampu membuat kerajinan dari benang yang menarik.
            Untuk menghindari kejenuhan peserta , di sela-sela latihan, diputar lagu-lagu pop terkini. Jadi sambil bernyanyi, mereka produktif menghasilkan karya. “Pokoknya suasannya kami bikin santai dan menyenangkan. Dan kami berikan door prize bagi peserta yang mampu menghasilkan karya dengan rapih dan menarik,”  ujarnya.
            Salah seorang peserta,   Mega (22) mengaku senang  mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan ini. “Saya merasa senang dalam pelatihan ini, karena sebelumnya saya tidak tahu apa itu string art. Pelatihan ini juga dapat menambah wawasan serta dapat meningkatkan kreativitas saya. Saya berharap lain kali  ada lagi pelatihan seperti ini,” ujarnya.
              Pada bagian lain Isnaeni Nurrahmawati  berharap,  setelah mampu memproduksi  aneka wujud kerajinan dari benang, para peserta bisa memasarkan sendiri hasil kerajinannya secara online, sehingga  mampu memberikan peningkatan dari segi ekonomi.
                Selain itu, lanjut Isnaeni,  tim PKMM  Undip  akan terus memonitor kiprah para peserta pelatihan, sampai bisa mandiri. “Dan kami berharap, kelak  Desa Mluweh bisa menjadi desa string art, sehingga bisa menjadi contoh desa-desa di sekitarnya,” harap Isnaeni. (yit/el)