Home Lintas Jateng Tiga Rumah di Temanggung Rusak Akibat Longsor

Tiga Rumah di Temanggung Rusak Akibat Longsor

image

Temanggung, 11/12 (Beritajateng.net) – Sebanyak tiga rumah warga Desa Tlahab Kabupaten Temanggung tertimpa longsor akibat talut setinggi 10 meter lebar 20 meter runtuh saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut, Kamis.

Kasi Pembangunan Desa Tlahab Kecamatan Kledung Fajar Suryono di Temanggung mengatakan ketiga rumah tersebut milik Parjuli (63), Ahmat Tukipan (41), dan Agus (32).

“Kerusakan paling parah terjadi di rumah Ahmat Tukipan karena bersandingan langsung dengan talut, sedangkan rumah milik Parjuli hanya tertimpa reruntuhan material talut dan tanah pada bagian belakang saja dan rumah Agus hanya terdampak di bagian depan rumah,” katanya.

Ia menjelaskan kejadian bermula dari saluran air di bagian atas talut tersebut tidak lagi mampu menampung air hujan yang terjadi sejak Rabu (10/11) malam hingga Kamis.

“Hujan tidak terlalu deras, namun sepanjang malam hujan tidak berhenti sehingga air hujan meluap,” katanya.

Ia mengatakan hujan sempat berhenti pada Kamis pagi antara pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, kemudian hujan kembali turun deras kurang lebih selama satu setengah jam.

“Hujan kedua ini lebih deras, saluran air kembali tidak mampu menampung air hujan sehingga talut penahan saluran air longsor,” katanya.

Ia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena saat longsor seluruh penghuni rumah sudah mengungsi.

Ahmat Tukipan menuturkan sebelum kejadian dirinya sempat kaget karena luapan air dari saluran air masuk ke dalam rumahnya.

“Saat hujan deras, saya nekat naik ke atas untuk melihat saluran air karena di dalam rumah saya sudah penuh dengan air,” katanya.

Saat melihat kondisi saluran air tersebut, dia sempat melihat tanah yang berada tepat di samping saluran air serta talut sudah mulai retak.

“Melihat kondisi tersebut kemudian saya meminta semua orang di dalam rumah untuk keluar. Tidak lama kemudian terjadi longsor. Rumah saya rusak berat, tetapi saya mesih bersyukur semua keluarga dan tetangga saya selamat,” katanya.

Warga bersama aparat desa setempat, anggota TNI/Polri, SAR, dan BPBD berusaha mengevakuasi reruntuhan.

“Kami bersama masyarakat dan anggota TNI/Polri, SAR langsung turun ke lokasi membantu evakuasi,” kata Kasi Penanganan Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Temanggung, Eko Suprapto.

Namun, katanya karena khawatir terjadi longsor susulan, untuk sementara evakuasi dihentikan, mengingat masih ada tanah dan talut yang retak di lokasi tersebut.(ant/pj)