Home Lintas Jateng Tiga Perusahaan Jateng Ajukan Penangguhan UMK 2015

Tiga Perusahaan Jateng Ajukan Penangguhan UMK 2015

Ilustrasi

Semarang, 23/12 (Beritajateng.net) – Tiga perusahaan yang bergerak di bidang kayu lapis dan perusahaan jasa di Provinsi Jawa Tengah telah mengajukan permohonan penangguhan pembayaran upah minimum kabupaten/kota 2015 ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan provinsi setempat.

“Tiga perusahaan yang mengajukan penangguhan pembayaran UMK 2015 itu mempunyai tenaga kerja 100-200 orang dan berada di Kota Semarang, Kabupaten Kendal, serta Kabupaten Banyumas,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Kependudukan Provinsi Jateng Wika Bintang di Semarang, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Disnakertransduk Jateng sedang menindaklanjuti permohonan penangguhan pembayaran UMK yang diajukan tiga perusahaan yang tertanggal 16 Desember 2014 itu.

Menurut dia, perusahaan wajib melaksanakan Surat Keputusan Nomor 560/85 tertanggal 20 November 2014 tentang UMK 2015 yang berlaku pada Januari 2015.

“Setelah ini akan ada tim pengawas dari kami yang akan menelitinya dan jika tidak memenuhi persyaratan maka penangguhan pembayaran UMK 2015 tidak akan disetujui,” ujarnya.

Wika mengungkapkan bahwa persyaratan penangguhan pembayaran UMK yang wajib dipenuhi perusahaan adalah melampirkan neraca keuangan selama dua tahun terakhir, jumlah tenaga kerja yang diusulkan untuk penangguhan, dan rencana pemasaran produk dalam dua tahun ke depan.

Selain itu, kata dia, perusahaan yang mengajukan penangguhan pembayaran UMK harus memenuhi syarat utama berupa kesepakatan antara pihak perusahaan dengan serikat pekerjanya di perusahaan bersangkutan.

“Jika dari hasil pengecekan dinyatakan memenuhi syarat, maka penangguhan bisa dilakukan dan kemudian disahkan melalui Surat Keputusan Gubernur,” katanya.

Ia menegaskan, UMK wajib dilaksanakan oleh seluruh perusahaan dan akan ada sanksi pidana bagi perusahaan yang menggaji karyawannya di bawah UMK.

Seperti diwartakan, UMK 2015 Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap wilayah barat yang telah ditetapkan sebesar Rp1.100.000 menjadi yang terendah di provinsi setempat jika dibandingkan dengan daerah lainnya, sedangkan UMK tertinggi di Kota Semarang dengan Rp1.685.000.

Berikut rincian UMK di Jateng, Kota Semarang Rp1.685.000, Kabupaten Demak Rp1.535.000, Kabupaten Kendal Rp1.383.000, Kabupaten Semarang Rp1.419.000, Kota Salatiga 1.287.000, Kabupaten Grobogan Rp1.160.000, Kabupaten Blora Rp1.180.000.

Kabupaten Kudus Rp1.380.000, Kabupaten Jepara 1.150.000, Kabupaten Pati Rp 1.176.500, Kabupaten Rembang Rp1.120.000, Kabupaten Boyolali Rp1.197.800, Kota Surakarta Rp1.222.400, Kabupaten Sukoharjo Rp1.223.000, Kabupaten Sragen Rp1.105.000, Kabupaten Karanganyar Rp1.226.000, Kabupaten Wonogiri Rp1.101.000, Kabupaten Klaten Rp1.170.000, Kota Magelang Rp1.211.000, Kabupaten Magelang Rp1.255.000.

Kabupaten Purworejo Rp1.165.000, Kabupaten Temanggung Rp1.178.000, Kabupaten Wonosobo Rp1.166.000, Kabupaten Kebumen Rp1.157.500, Kabupaten Banyumas Rp1.100.000, Kabupaten Cilacap wilayah kota Rp1.287.000, Kabupaten Cilacap wilayah timur Rp1.200.000, Kabupaten Cilacap wilayah barat Rp1.100.000, Kabupaten Banjarnegara Rp 1.112.500.

Kabupaten Purbalingga Rp1.101.600, Kabupaten Batang Rp1.270.000, Kota Pekalongan Rp1.291.000, Kabupaten Pekalongan Rp1.271.000, Kabupaten Pemalang Rp1.193.400, Kota Tegal Rp1.206.000, Kabupaten Tegal Rp1.155.000, Kabupaten Brebes Rp1.166.550. (Ant/bj)

Advertisements