Home Headline Tiga Napi Dipindah ke Nusakambangan

Tiga Napi Dipindah ke Nusakambangan

nusakambangan

Cilacap, 14/1 (BeritaJateng.net) – Sebanyak tiga narapidana dari sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) dipindah ke Lapas Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Dari pantauan di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Rabu, sebanyak empat mobil Toyota Innova dan satu Toyota Rush yang di dalamnya terdapat tiga narapidana tersebut tiba di tempat penyeberangan menuju Pulau Nusakambangan itu sekitar pukul 11.20 WIB.

Di dalam mobil Toyota Innova warna “silver” (perak) yang berada paling depan tampak seorang polisi berpakaian preman dengan menyandang senjata laras panjang.

Kelima mobil itu langsung naik ke atas geladak Kapal Pengayoman IV milik Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang bersandar di Dermaga Wijayapura.

Selanjutnya, Kapal Pengayoman IV itu diberangkatkan menuju Dermaga Sodong di Pulau Nusakambangan dengan pengawalan sebuah kapal patroli Satuan Polisi Air Kepolisian Resor Cilacap.

Sementara itu, pengamanan di sekitar Dermaga Wijayapura tampak diperketat menjelang kedatangan rombongan yang membawa tiga narapidana tersebut hingga mereka diseberangkan ke Pulau Nusakambangan.

Puluhan personel Polres Cilacap bersenjata lengkap tampak berjaga di sekitar Dermaga Wijayapura.

Sejumlah warga maupun petugas lapas yang hendak menyeberang ke Pulau Nusakambangan harus menjalani pemeriksaan yang dilakukan polisi di pintu gerbang Dermaga Wijayapura.

Selain itu, tampak pula Wakil Kepala Polres Cilacap Komisaris Polisi Edy Suranta Sitepu dan Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap Edyward Kaban berada di Dermaga Wijayapura.

Bahkan, Kajari Cilacap Edyward Kaban terlebih dulu menyeberang ke Nusakambangan sebelum rombongan pembawa narapidana itu tiba di Dermaga Wijayapura.

Kehadiran Kajari Cilacap di tempat itu memunculkan dugaan jika narapidana yang dipindah ke Nusakambangan merupakan terpidana mati yang akan menjalani eksekusi.

Akan tetapi hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai siapa saja narapidana yang dipindah ke Nusakambangan.

Saat dihubungi Antara dari Cilacap, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Jawa Tengah Yuspahruddin mengaku belum mendapat tembusan maupun laporan mengenai pemindahan narapidana ke Nusakambangan.

“Saya belum dikasih tahu. Kalau ke Nusakambangan harus ada surat izin Direktur Jenderal Pemasyarakatan, saya belum melihat izinnya,” kata dia melalui saluran telepon.

Oleh karena itu, dia belum mengetahui siapa saja dan dari lapas mana saja narapidana yang dipindah ke Nusakambangan.

Beberapa personel Polres Cilacap yang dikonfirmasi wartawan juga mengaku tidak mengetahui identitas narapidana yang dipindah ke Nusakambangan itu.

“Kami belum tahu karena pemindahannya sangat mendadak,” kata salah seorang polisi berpakaian preman.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, tiga narapidana yang baru datang itu merupakan tiga terpidana mati yang akan menjalani eksekusi, salah satunya warga negara asing.

Sebelum dibawa ke Nusakambangan, tiga narapidana itu transit lebih dulu di Lapas Cirebon.

Ketiga narapidana itu rencananya akan ditempatkan di Lapas Pasir Putih, Pulau Nusakambangan.

“Dari enam terpidana mati yang akan dieksekusi, tiga orang di antaranya dari Nusakambangan dan tiga orang dari luar (luar Nusakambangan, red.),” kata salah satu sumber Antara.

Dalam sejumlah pemberitaan, Kejaksaan Agung menyatakan bahwa enam terpidana mati yang akan segera dieksekusi, yakni Agus Hadi, Pujo Lestari, Gunawan Santoso, Tan Joni, Namaona Denis, serta Marco Archer Cardoso. (ant/BJ)