Home Nasional Tiga Keluarga Asal Karanganyar Menghilang Diduga Ikut Gafatar

Tiga Keluarga Asal Karanganyar Menghilang Diduga Ikut Gafatar

Karanganyar, 22/1 (BeritaJateng.net) – Tiga keluarga asal Papahan Karanganyar menghilang. Diantaranya lima orang dewasa dan lima anak-anak. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Papahan, Sukiyono bahwa tiga keluarga  di wilayahnya menghilang dan sampai saat ini belum diketahui keberadaanya.

Warga Papahan yang pertama kali menghilang adalah Joni Catur Prasetyo (41) warga RT 02/RW III yang berprofesi sebagai PNS bagian TU Pascasarjana UNS. Joni menghilang bersama putra sulungnya pada November 2015.

Selanjutnya ada Heri Murtopo (43) warga RT 09/RW VIII mengajak istri dan seorang anaknya pada 6 Desember 2015. Dan terakhir adalah Wahyu Widiatmoko (40) warga RT 03/RW II bersama tiga anak dan istrinya menghilang di hari yang sama.

“Joni yang pertama kali menghilang, baru Heri dan Wahyu belakangan,” jelasnya ketika ditemui beritajateng.net di kantornya, Jumat (22/1/2016).

Sukijono, menjelaskan ketiganya merupakan anggota Gafatar. Sebelumnya mereka juga menjadi anggota dari Ahmad Musadeq yang sudah dinyatakan terlarang oleh pemerintah yang kemudian berganti baju menjadi Gafatar.

“Bahkan Heri menjabat sebagai tersangka sekretaris Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Gafatar. Sedangkan Ketua DPK Gafatar Karanganyar adalah Wahyu,” lanjutnya.

Heri sempat meminta ijin kepada desa untuk melakukan aksi sosial dan sosialisasi ormas Gafatar pada masyarakat. Namun di tolak pihak desa.

Informasinya, ungkap Sukiyono, Heri sebelum menghilang sempat mengontrakan rumahnya dalam jangka waktu yang cukup lama sekitar lima tahun. Sedangkan  Wahyu meminjam uang di bank dengan jaminan sertifikat.  (Bj24)