Home Hukum dan Kriminal Tiga Kali Curi Sepeda, Rizal Akhirnya Dibekuk Polisi

Tiga Kali Curi Sepeda, Rizal Akhirnya Dibekuk Polisi

P_20150814_112815_20150814171220927

Jepara, 14/08 (BeritaJateng.net) – Kepolisian sektor (Polsek) Batealit berhasil membekuk pencuri spesialis sepeda. M Rizal (20), warga Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit dibekuk setelah ketauan mencuri sepeda di salah satu mushola.

Kapolsek Batealit, AKP Hendro Astro menerangkan, penangkapan tersangka dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat, termasuk korban. Setelah melakukan penyidikan, pelaku akhirnya berhasil ditangkap pada akhir pekan lalu.

Diketahui, Rizal sudah beberapa kali melakukan aksi pencurian sepeda. Pencurian dilakukan tidak hanya seputar wilayah Jepara, tapi juga sampai Kudus. Pelaku tidak melakukannya sendiri, tapi dengan rekannya yang saat ini masih buron.

“Saat penangkapan, sebenarnya Rizal bersama rekannya. Sayangnya, pelaku lainnya berhasil melarikan diri. Padahal berdasarkan keterangan Rizal, otak pencurian justru rekannya tersebut,” terang AKP Hendro.

Didapati informasi juga, terang Hendro, jika pelaku yang masih buron tersebut merupakan resedivis dengan kasus serupa. Bahkan buronan tersebut juga dikabarkan melakukan aksi pencurian sepeda motor.

“Rekan Rizal yang masih buron merupakan resedivis yang baru bebas dari penjara,” tandasnya.

Adanya kejadian ini, pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati. Khususnya dalam memarkirkan kendaraan di masjid atau mushola saat melaksanakan ibadah salat. Lebih aman jika kendaraan dikunci ganda bagi kendaraan bermotor, dan diletakkan di tempat aman dan digembok untuk sepeda.

Sementara itu, pelaku pencurian, Rizal mengaku melakukan pencurian sebanyak tiga kali. Ia melakukan aksi pencurian di Kudus dan tempat lainnya di Jepara.

Pria yang mengaku bekerja sebagai montir di salah satu bengkel sepeda motor tersebut nekat melakukan aksi pencurian lantaran gaji yang diterima tak cukup untuk membayar kredit sepeda motor.

Akibat aksinya itu, Rizal terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan tujuh tahun penjara. (Bj18)