Home Headline Tetap Nekat Beroperasi, 11 Pemandu Karaoke Diamankan Polisi

Tetap Nekat Beroperasi, 11 Pemandu Karaoke Diamankan Polisi

413
0
Tetap Nekat Beroperasi, 11 Pemandu Karaoke Diamankan Polisi
       Demak, 22/5 (BeritaJateng.net) – Memasuki hari yang ke Lima di bulan Ramadhan tahun 2018 ini, nampaknya masih saja ada pengusaha tempat hiburan malam dan karaoke yang berada di Kabupaten Demak, nekat membuka usahanya padahal hal tersebut melanggar Perda, alhasil 11 bidadari pemandu lagu dan pengelola tempat karaoke tersebut diamankan di Mapolres Demak.
        Menurut Kabagops Polres Demak, Kompol Sutomo, mengatakan, sempat terjadi kucing-kucingan saat akan dilakukan penggerebekan tempat karaoke tersebut, pasalnya pihak pengelola tempat tersebut mengelabuhi petugas, dimana ruangan yang berada ditempat karaoke tersebut kondisinya tertutup, namun hanya ada satu ruangan yang masih buka dan letaknya sangat rahasia.
        “Saya dan anggota sempat terkecoh di tempat karaoke gading di wilayah Trengguli, pasalnya hanya ada satu ruangan yang dibuka dan itu jika dilihat dari depan memang tidak ada aktifitas apapun,” ucap Kompol Sutomo.
Tetap Nekat Beroperasi, 11 Pemandu Karaoke Diamankan Polisi

Kegiatan patroli yang dilakukan jajarannya setiap hari selama bulan Puasa ini, guna menindaklanjuti Maklumat Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H, dimana salah satu dari Delapan isi maklumat tersebut yang menyebutkan, pemberantasan berbagai jenis penyakit masyarakat seperti Judi, miras, prostitusi dan penutupan tempat karaoke yang selama bulan Ramdhan yang berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

        “Ini peringatan terakhir bagi mereka, jika masih nekat buka, akan saya kirim ke panti rehabilitasi di solo, entah itu Pemandu lagunya ataupun pengelola akan kita kenakan sanksi tegas,” tegas Kabagops Polres Demak.
        Selain berhasil mengamankan sebelas pemandu lagu dan pengelola tempat karaoke, mereka juga diperiksa kesehatannya oleh pihak Dinas Kesehatan Kab Demak, hal ini sengaja dilakukan untuk menekan jumlah penularan penyakit yang berbahaya. (BW/El)