Home Headline Terungkap, Cucu Bunuh Nenek Karena Warisan

Terungkap, Cucu Bunuh Nenek Karena Warisan

image
Ilustrasi

Boyolali, 21/11 (Beritajateng.net) – Kepolisian Resor Boyolali, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus cucu diduga membunuh neneknya sendiri, Ngatiyem (70), warga Dukuh Seling, Desa Karangjati, Wonosegoro, setelah dilakukan autopsi dengan membongkar makam korban.

Kepala Polres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kasat Reskrim AKP Parwanto, di Boyolali, Jumat, mengatakan, hasil autopsi secara remi memang belum diberikan, tetapi dokter yang menangani di Rumah Sakit Dr Moewardi Solo, mengatakan tewasnya korban akibat tersumbat saluran pernafasannya.

“Hasil autopsi korban memang belum keluar, tetapi dokter yang menangani menyebutkan secara lisan bahwa korban meninggal dunia akibat saluran pernafasannya tersumbat, diduga dibungkam mulutnya oleh pelaku yakni tersangka Riswanto (24) yang masih cucunya sendiri,” kata Kasat Reskrim AKP Parwanto.

Menurut Kasat Reskrim, autopsi dengan membongkar makam korban dilakukan oleh tim dokter Laboratorium Forensik RS Moewardi Solo, pada Sabtu (15/11). Guna mengetaui penyebab kematian korban. setelah itu, kembali dimakamkan di tempat yang sama.

Kasat Reksrim menjelaskan, hasil otopsi korban ditemukan luka di urat leher dan dagu bawah. Korban diduga dibungkam mulut korban dengan kain sarung bantal yang diberi racun serangga. Pelaku diduga juga mencekit leher korban saat ada perlawanan karena ditemukan bekas lukanya.

Polisi sebelumnya memeriksa seorang warga setempat, Riswanto (24), tersangka kasus pembunuhan dengan korban yang juga neneknya, Ngatiyem (70), warga Dukuh Seling, Desa Karangjati, Wonosegoro, Boyolali, Senin (10/11).

Menurut Kasat Reskrim, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka membunuh neneknya karena ingin menguasai kekayaan atau harta warisan berupa tanah milik korban. Tersangka juga mengaku pikirannya sudah resah dan kalut, sehingga membunuh neneknya di rumahnya, pada Jumat (7/11) dini hari.

Bahkan, tersangka juga mengaku berniat menghabisi nyawa neneknya tidak hanya sekali, tetapi tiga kali dengan cara mencampuri air minumnya dengan racun.

Akan tetapi, katanya, upaya tersangka itu gagal karena korban yang merawatnya sejak usia empat tahun tersebut, curiga dengan pemberian minuman dari cucunya.

Tersangka dapat dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman berupa penjara seumur hidup dan maksimal hukuman mati.(ant/pj)