Home Headline Tersandung Korupsi, Kepala Dinas dan anggota DPRD Kendal Jadi Tersangka

Tersandung Korupsi, Kepala Dinas dan anggota DPRD Kendal Jadi Tersangka

H. Mastur Darori  Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GNPK) Jateng.
H. Mastur Darori  Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GNPK) Jateng.
H. Mastur Darori  Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GNPK) Jateng.

Kendal, 25/1 (BeritaJateng.net) – Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kepala Dinas dan beberapa anggota DPRD Kendal, baik yang masih aktif maupun sudah purna diprediksi bakal segera menjadi tersangka terkait kasus korupsi yang melilit mereka.

Hal itu dikatakan Mastur Darori, meski dirinya enggan membeberkan siapa saja Kepala Dinas dan anggota DPRD Kendal yang tersangkut masalah kasus korupsi tersebut.

“Saat ini, kasus-kasus yang menjerat mereka tengah diproses oleh pihak penegak hukum. Yang jelas, dapat dipastikan mereka nantinya akan berada dibalik terali jeruji,”ujar Mastur Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GNPK) Jateng.  

Menurutnya, bagi penegak hukum yang saat ini sedang menangani sejumlah kasus dugaan korupsi yang terjadi di beberapa dinas dan melibatkan anggota DPRD Kendal.

“Jika memang barang bukti yang dimiliki sudah mencukupi, agar segera meningkatkan status mereka dari saksi menjadi tersangka,” ujar H. Mastur.

Lebih lanjut, Mastur meminta kepada pihak penegak hukum juga jangan main-main dan segera mungkin menuntaskan kasus korupsi yang ditanganinya. Serta menjebloskan mereka karena telah merugikan keuangan Negara.

“Kasus korupsi yang sedang ditangani oleh penegak hukum agar diselesaikan dengan baik dan sempurna. Janganlah diulur-ulur apalagi dihentikan,” tandasnya.

Dirinya meminta kepada semua pihak untuk terus mengawal dan mengawasi serta melakukan koordinasi dengan pihak penegak hukum. Dimaksudkan agar tercipta mitra sinergitas dalam upaya bersama-sama memberantas korupsi di Kendal.

Sementara itu, Kajari Kendal Yeni Andriyani dalam beberpa waktu lalu juga mengatakan, bahwa pihaknya sudah berkomitmen akan menyelesaikan sejumlah kasus yang ada di Kendal, termasuk kasus Korupsi yang menimpa sejumlah pejabat PNS dan anggota DPRD Kendal ini.

“Terkait sejumlah kasus-kasus besar maupun kecil yang berhadpan dengan hokum dan undang-undang peradilan, kami berkomitmen untuk sesegra mungkin menuntaskannya. Bukan hanya maslah korupsi saja, kasus-kasus kecil yang lainpun juga kami tangani,” terang Kajari Kendal.

Yeni menjelaskan, beberapa kasus korupsi yang sedang ditangani yakni kasus dugaan korupsi Stadion Utama Kebondalem yang saat ini masih dalam tahap penyidikan dan menjerat dua tersangka. Mereka yakni seorang PNS yang juga PPKom kegiatan tersebut dan FH selaku penyedia barang.  

Sedangkan lainnya, dugaan kasus korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Pucangrejo Kecamatan Gemuh dan sudah ditetapkan tersangka yakni mantan Kades berinisial TL dan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) juga dugaan kasus korupsi ADD di Sukorejo yang melibatkan Kades berinisial SM.

Kemudian untuk kasus yang sudah masuk dalam tahap penuntutan yakni Bansos 2010 dengan tersangka manatan Bupati Kendal Dra Hj Siti Nurmakesi dan dugaan korupsi ADD Desa Bangunsari Kecamatan Patebon yang melibatkan Kades Widodo.  

“Mengenai kasus korupsi yang melibatkan mantan bupati sebentar lagi sudah ada putusan, sedangkan yang melibatkan Kades Widodo berkasnya akan dilimpahkan ke Tipikor,” pungkasnya. (BJ19)