Home Life Style Ternyata, Safety Riding Tidak Hanya Tentang Aman Berkendara

Ternyata, Safety Riding Tidak Hanya Tentang Aman Berkendara

1574
Belajar berkendara dengan safety riding.

Karanganyar, 22/1 (BeritaJateng.net) – Tak cukup mengedukasi sekolah dengan ketrampilan merakit, memperbaiki, dan memelihara sepeda motor, Astra Motor Jateng mengajak sekolah binaan yang ada di Jawa Tengah untuk juga menerapkan budaya aman berkendara di sekolahnya. Budaya aman berkendara yang diajarkan di sekolah ini merupakan terobosan baru dalam Kurikulum Teknik Sepeda Motor (KTSM) yang diterapkan di SMK Binaan Honda di Jawa Tengah.

Sebanyak 62 SMK Binaan Honda di Jawa Tengah telah menggunakan Kurikulum Teknik Sepeda Motor (KTSM) dalam praktik pengajarannya. Kurikulum ini diterapkan dalam jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) dan merupakan jurusan favorit di sebagian besar SMK Binaan Honda yang ada di Jawa Tengah.

Pada tanggal 20-21 Januari 2018, Astra Motor bersama 49 perwakilan guru dan kepala sekolah SMK Binaan Honda mengadakan ‘Workshop Penyelarasan Kurikulum’ untuk menyosialisikan silabus Safety Riding yang sebelumnya sudah dibahas pada pertemuan tanggal 16 Desember 2017 lalu.

Silabus Safety Riding akan ditambahkan ke dalam kurikulum dan diterapkan di kelas 10, 11 dan 12 jurusan TSM. Tujuan awal dari penyusunan silabus ini adalah rasa tanggung jawab Astra Motor Jateng untuk tidak hanya berfokus pada ketrampilan praktik namun jugasoftskill yang memainkan peran penting di dunia kerja.

“Lulusan SMK harus punya hardskill dan softskill supaya lebih siap menghadapi dunia kerja. Hardskill didapat dari ketrampilan ‘oprek’motor yang diajarkan di KTSM, kalau softskil-lnya ini kan belum. Makanya kami tambahkan mengenai Safety Riding dalam kurikulum,” jelas Sukamto Margono, Kepala Bagian Marketing Astra Motor Jateng.

‘Workshop Penyelarasan Kurikulum’ ini diadakan guna memfasilitasi guru-guru supaya dapat membentuk suatu wadah yang dapat digunakan guru-guru ke depannya untuk terus mengembangkan silabus Safety Riding.

“Silabus Safety Riding ini bukan cuma tentang berkendara di jalan raya, tapi juga tentang berperilaku aman di mana pun. Di sekolah, di rumah, di jalan raya sampai di lokasi kerja. Aman kan erat kaitannya dengan tertib, patuh, disiplin dalam mematuhi peraturan, nah ini yang coba kita tekankan ke murid-murid. Nantinya perilaku aman ini akan jadi budaya sekolah,” tambah Sukamto.

Acara workshop hari pertama diadakan ini di SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar. Berbarengan dengan acara workshop, juga dilakukan pelatihan safety riding yang berbeda dengan apa yang biasa diadakan oleh Astra Motor Jateng. Di sini, pelatihan safety riding dipimpin oleh perwakilan murid-murid dari Komunitas Keselamatan Sekolah (KKS).

KKS merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang terdapat di sekolah Binaan Honda. Anggotanya merupakan anak-anak dari jurusan TSM yang bertugas untuk menyebarkan virus selamat berkendara kepada teman-teman dan lingkungan sekitarnya.

“Honda sebagai Motore Wong Jawa Tengah akan terus menemani sekolah dan para guru untuk terus menerapkan ilmu safety riding dan menjadikan safety riding budaya sekolah Binaan Honda di Jawa Tengah yang membedakannya dengan sekolah lain,” tutup Sukamto. (AK/El)