Home Headline Ternyata Gara-gara Petugas Teledor Matikan Semua Pompa, Kaligawe Terendam Banjir

Ternyata Gara-gara Petugas Teledor Matikan Semua Pompa, Kaligawe Terendam Banjir

660
Banjir rob di Genuk Semarang

SEMARANG, 10/4 (BeritaJateng.net) – Wilayah Pantura Kaligawe Genuk Kota Semarang kembali terendam banjir kurang lebih 60 centimeter. Hal itu mengakibatkan jalur Semarang-Demak tersendat akibat banjir.

Banjir yang merendam wilayah tersebut akibat “miss scheduling” pelaksana pekerjaan normalisasi Sungai Tenggang. Saat terjadi hujan selama dua hari kemarin, ternyata semua pompa di kawasan tersebut dalam kondisi dimatikan atau tidak dioperasionalkan karena ada pengerjaan pengecoran pembangunan kolam.

Namun di luar prediksi pelaksana, belum selesai pekerjaan pengecoran tersebut justru terjadi hujan. Sedangkan pompa tidak bisa dioperasionalkan. Akibatnya, Sungai Tenggang meluap hingga merendam wilayah Kaligawe, Genuk, dan sekitarnya.

“Jadi begini, saat ini kan ada kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Projectnya masih berlangsung, mereka menghentikan operasional pompa karena ada kegiatan pembangunan. Salah satunya pembuatan plat pengecoran untuk pilar screen sampah,” kata salah satu staf Bidang Evaluasi dan Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Budi Tri Nasril.

Dikatakannya, semua pompa tersebut dihentikan operasionalnya selama tiga minggu. “Tapi belum sampai tiga minggu sudah dihajar hujan. Sehingga saat kondisi hujan kemarin, semua pompa dalam kondisi tidak operasional,” bebernya.

Sejauh ini, lanjut Nasril, konsep penanganan rob dan banjir dipisahkan. Untuk penanganan rob dilakukan penutupan sungai di wilayah muara. Sedangkan untuk penanganan banjir satu-satunya jalan harus dipompa. BBWS, kata dia, ingin menguji apakah masih ada intrusi air laut saat rob tinggi setelah sungai dibendung.

“Sebetulnya sudah sudah berhasil bahwa tidak ada rob. Kalau rob tinggi, relatif tidak ada masalah di sana. Hanya saja yang jadi masalah kan bagaimana mengelola air banjirnya saat terjadi hujan? Satu-satunya cara dilakukan pemompaan,” katanya.

Namun, lanjut dia, untuk mengubah pola penanganam tersebut terdapat sejumlah komponen teknis yang merupakan komponen utama belum dikerjakan. “Salah satunya yang saya sebut tadi, screen sampahnya belum dipasang. Itu padahal berperan penting terhadap mechanical pompa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pekerjaan saat ini memang belum sempurna, pompa-pompa di sana belum ada screen sampah maupun screen berlapis dan seterusnya. “Nah, masih beroperasional beberapa hari (dalam kondisi belum ada screen sampahnya) pompanya ada yang kemasukan sampah. Tentu saja pompanya rusak, silnya kena. Bayangkan saja, ban mobil masuk pompa, ya pompanya rusak,” katanya.

Nasril menjelaskan, ada enam pompa di antaranya berada di Sungai Tenggang, yakni di Jembatan Arteri Yos Sudarso. Jumlahnya 6 unit pompa, masing-masing berkapasitas 2.000 liter per-detik. Sedangkan di Sungai Sringin, yakni di Kawasan Industri Terboyo, ada pompa sebanyak 5 unit masing masing 2.000 liter per-detik.

“Kami barusan rapat, diputuskan pompa sekarang ini telah dioperasionalkan. Untuk pekerjaan pembangunan pilar ditunda dulu hingga cuaca tidak hujan. Memang ada misinformasi terkait cuaca, biasanya bulan April ini sudah tidak ada hujan. Perkiraan teman-teman teknis tidak ada hujan, ternyata dihajar hujan kemarin,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziatno mengatakan, ada “miss scheduling” dari pengguna jasa. “Seharusnya pekerjaan itu dilaksanakan bukan di musim hujan. Ini dilaksanakan di musim hujan. Sembrono itu, sebetulnya masalah sepele, cuma mereka teledor. Yaudah dihentikan dulu,” katanya.

Dikatakannya, sebetulnya sejak beberapa waktu lalu tidak ada masalah saat musim hujan. “Ternyata ada perbaikan kolam pompa yang dicor di Sungai Tenggang. Maka pompa di Tenggang itu dimatikan semua. Tidak bisa beroperasi karena kolamnya dicor. Kalau pompanya jalan kan kesedot semua. Setelah dicor, pompanya mati, ternyata hujan dua hari. Tenggang tinggi, tergenang semua,” katanya.

Lebih lanjut, Ruhban mengaku telah memerintahkan pihak pelaksana untuk menyetop pekerjaan pengecoran kolam. Sedangkan pompanya dihidupkan lagi untuk mengeringkan genangan air di wilayah Genuk. “Ada kelengahan masalah Tenggang. Harusnya mereka menunggu sejenak, akhir April lah. BMKG estimasinya akhir April sudah kemarau, baru dikerjakan. Lha ini enggak, dilembur hingga malam. Ternyata hujan, pompanya tidak bisa dihidupkan,” katanya.

Saat ini, kata Ruhban, pompa Sringin dan Tenggang sudah dihidupkan. Dia yakin tidak membutuhkan waktu lama, banjir di kawasan Genuk segera mengering. “Mudah-mudahan malam ini sudah mulai surut, ini sudah mulai surut. Saya minta pekerjaan itu dilanjutkan setelah April saja,” katanya. (El)