Home Headline Terminal Gunung Pari Kartosuro Masih Gunakan Tanah Desa

Terminal Gunung Pari Kartosuro Masih Gunakan Tanah Desa

1442
0

SEMARANG, 18/10 (beritajateng.net) – Terminal Bus Gunung Pari Kartosuro Kabupaten Sukoharjo ternyata masih berada di tanah kas desa. Dengan demikian Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah setiap tahun harus membayar sewa tanah.

Koordinator Terminal Gunung Pari Maryadi mengungkapkan, kondisi terminal saat ini bisa dikatakan hidup segan matipun tak mau. Terminal sepi baik kendaraan maupun penumpang sehingga berimbas pada pendapatan asli daerah (PAD) yang tidak memuaskan.

“Terminal Gunung Pari kondisinya seperti ini, relatif sepi, kami juga kesulitan melakukan pengembangan karena status tanahnya masih sewa. Ini tanah kas desa,” ungkapnya saat menerima kunjungan Anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah.

Maryadi menjelaskan, sepinya kendaraan dan penumpang yang masuk ke terminal juga berimbas pada lesunya kegiatan perekonomian di kompleks terminal. Banyak kios penjual makanan dan minuman yang mengeluh karena sepi pembeli. Padahal kios kios tersebut disewakan dengan tarif sangat murah sebesar Rp. 90.000 setiap bulan.

“Dari 244 kios saat ini tinggal 100 kios yang disewa masyarakat. Dulu sempat penuh karena sepi mereka tidak memperpanjang sewanya,” katanya.

Sekretaris Komisi C DPRD jateng Tetty Indarti mengharapkan pengelola terminal dan Dishub Provinsi Jateng melakukan inovasi menyikapi kondiai tersebut. Dia minta kendaraan angkutan umum bisa di “paksa” agar masuk ke terminal.

“Saya minta pengelola dan dishub bisa melakukan inovasi bagaimana caranya agar kendaraan kendaraan umum bisa masuk terminal biar agak ramai tidak seperti kuburan,” ungkapnya.

Terkait status tanah, Politisi Demokrat ini mengharapkan agar Dishub menginventarisir aset tanah milik Pemprov Jateng yang bisa digunakan untuk terminal.

“Kalau di sekitar sini ada aset tanah milik provinsi, kami mendukung. Dengan demikian tidak terbebani sewa lagi,” pungkasnya.

(NK)