Home Headline Terkena Proyek Tol Semarang – Demak, Yayasan Sunan Kalijaga Sesalkan Kurang Komunikatifnya...

Terkena Proyek Tol Semarang – Demak, Yayasan Sunan Kalijaga Sesalkan Kurang Komunikatifnya Panitia Pembebasan Lahan

Yayasan Sunan Kalijaga Demak.

Demak, 2/12 (BeritaJateng.net) – Progres pengerjaan proyek jalan tol Semarang – Demak seksi 2 yang berada diwilayah Kadilangu, Kabupaten Demak terjadi sedikit kendala pada proses tukar guling tanah yayasan Sunan Kalijaga Kadilangu.

Dimana ahli waris yang berada dibawah yayasan tersebut mengaku jika dalam hal ini panitia pbangunan proyek jalan tol tersebut tidak komunikatif terhadap pihak yayasan, mengingat 12 hektar tanah produktif milik yayasan Sunan Kalijaga tersebut sudah mulai proses penggarapan.

Ketua yayasan Sunan Kalijaga Agus Riyanto dihadapan awak media menjelaskan jika pihak yayasan mendukung proyek nasional tersebut dengan menyerahkan 58 sertifikat tanah kepada panitia jalan tol dengan harapan mendapatkan tanah pengganti sesuai dengan jumlah luasan yang sama.

“Saya tidak menghalangi proyek tol tersebut apalagi itu untuk kepentingan bersama, buktinya kita serahkan sertifikat dan itu ada berita acara penyerahannya secara resmi dengan panitia dan pejabat penting termasuk asisten sekda Demak,” tutur ketua yayasan Sunan Kalijaga Kadilangu.

Dilain sisi lain tidak komunikatifnya tim proyek jalan tol, Agus Riyanto merasa adanya maladministrasi dalam tahapan proses tersebut, pasalnya pihak yayasan yang sebelumnya telah menyerahkan sertifikat aset tanah wakaf kepada BPN dan panitia pembangunan jalan tol, ternyata tidak lagi diajak komunikasi justru dari pihak lain yang tidak ada korelasinya dengan yayasan Sunan Kalijaga yang selalu mendapatkan informasi tugarguling lahan pengganti tanah yayasan.

“Harusnya nadzir yang harus diajak komunikasi kog ini orang dari luar yayasan yang malah diajak komunikasi, ini kan menimbulkan banyak pertanyaan dimasyarakat,” tegas Agus.

Dari wujud asalnya tanah, lanjut Agus Riyanto, ya harus dikembalikan lagi dalam bentuk tanah, akan tetapi harus sesuai dengan nilai tanah aslinya, mengingat tanah yayasan Sunan Kalijaga tersebut berada diinggir jalan utama dan merupakan lahan produktif.

“Kita dari yayasan meminta lokasi tanah pengganti tidak jauh dari lokasi sebelumnya dan kalau bisa masih berada di sekitar Kadilangu, itu saja permintaan kami,” pungkas Ketua yayasan Sunan Kalijaga. (BW/El)