Home News Update Terkena Dampak Pembangunan Waduk, Warga Pidekso Geruduk Bupati

Terkena Dampak Pembangunan Waduk, Warga Pidekso Geruduk Bupati

DEMO

Wonogiri, 26/1 (BeritaJateng.net) – Ratusan warga yang terdampak pembangunan Waduk Pidekso Giriwoyo Wonogiri mendatangi Kantor DPRD dan Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Senin (26/01).

Warga yang berasal dari tiga desa yakni Desa Sendangsari Kecamatan Batuwarno, Desa Pidekso dan Desa Tukulrejo Kecamatan Giriwoyo datang dengan menggunakan 2 truk dan 3 kendaraan pribadi.

Kedatangan mereka guna menanyakan hak-hak warga terdampak proyek pembangunan Waduk Pidekso, diantaranya pembayaran pembebasan lahan yang hingga saat ini belum dilakukan oleh pemerintah. Mereka menuntut agar pembebasan lahan tidak dilakukan secara bertahap, namun dibayar 100% sebelum pembangunan waduk dimulai.

Koordinator aksi, Eko Budiharto mengatakan bahwa masyarakat Pidekso dan sekitarnya telah merelakan tanah kelahirannya digunakan untuk proyek pembangunan waduk, namun hak-hak warga hingga kini belum dipenuhi.

“Kami tidak akan menuntut banyak, kami hanya ingin hak-hak kami dipenuhi. Kami sadar bahwa pembangunan waduk ini untuk kemajuan bangsa, maka kami mengharap agar pembangunan waduk yang bertujuan mulia ini tidak mengorbankan sedikit pun dari rakyat bangsa ini,” ujarnya.

Eko menyebut, dukungan untuk masyarakat Pidekso dalam membela hak-haknya terus mengalir. Hingga kini pihaknya terus berkomunikasi dengan mahasiswa, pegiat hukum dan elemen masyarakat lainnya untuk mengawal hak-hak warga yang terdammpak pembangunan Waduk Pidekso.

“Kami tidak akan berhenti bersuara, di belakang kami telah banyak dukungan mengalir, bahkan ribuan massa siap bergabung dengan kami, namun kami tetap mengendalikan agar semua berjalan dengan baik,” jelasnya.

Sementara di pendopo Rumah Dinasnya, Bupati Wonogiri Danar Rahmanto mengaku juga kebingungan atas pelaksanaan proyek yang berjalan secara tiba-tiba. Masyarakat selalu mempertanyakan kegelisahannya kepada pemerintah, padahal menurut dia, Pemerintah dalam hal ini adalah pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

“Kami juga bingung, karena kedatangan eskavator ke lokasi kami juga tidak tahu. Bahkan rencana kedatangan Presiden RI untuk melakukan ground breaking, kami juga tak tahu menahu. Tapi di sini sudah hadir pihak-pihak terkait, nanti akan dijelaskan semua biar tidak mis-komunikasi.” katanya.

Menanggapi kegelisahan warga, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Bendungan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Agus Safari, menjelaskan bahwa lahan warga yang terdampak pembangunan Waduk Pidekso akan mendapatkan ganti rugi semua, tanpa terkecuali. Namun, menurut dia, pembebasan lahan tentunya melalui prosedur aturan yang ada.

“Semua ada tahapannya, tidak semata-mata lahan warga langsung kita bayar. Masih ada tim-tim lain, baik itu dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) maupun tim appraisal yang akan menentukan dan bernegoisasi soal ganti rugi lahan terdampak,” jelasnya.

Waduk Pidekso sendiri akan berdampak pada 3 desa yakni Desa Pidekso, Desa Tukulrejo di Kecamatan Giriwoyo dan Desa Sendangsari di Kecamatan Batuwarno. Sedangkan bendungan yang akan dibangun di Dusun Canthel Desa Pidekso sepanjang lebih kurang 387 meter, tinggi dari pondasi 44 meter, dan luas genangan diperkirakan 216 hektar. (BJ09)