Home Hukum dan Kriminal Terkait Dugaan Penculikan Oknum Penyidik Bea Cukai, Polisi Teliti Aduan Pelapor

Terkait Dugaan Penculikan Oknum Penyidik Bea Cukai, Polisi Teliti Aduan Pelapor

436
0

Semarang, 20/10 (BeritaJateng.net) – Sulaiman (28), tersangka kepemilikan ribuan batang rokok tanpa cukai yang ditangkap Direktorat Jenderal Bea Cukai di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, memberikan keterangan baru atas perkara yang dihadapinya dan mencabut berita acara pemeriksaan (BAP) yang pernah disampaikan.

“Hari ini klien saya (Sulaiman) diperiksa oleh penyidik Bea Cukai. Sebenarnya BAP lanjutan, namun klien saya mengubah keterangannya di BAP yang lama,” kata Yosep Parera selaku Kuasa Hukum Sulaiman, Kamis (20/10).

Keterangan terbaru Sulaiman ini berkaitan dengan dugaan keterlibatan oknum Bea Cukai dalam bisnis ilegalnya. Parera menyatakan, berdasar BAP klien-nya, salah seorang oknum Bea Cukai memberikan rokok kepada Sulaiman dan diminta untuk menjualnya.

“Dalam BAP klien saya ini menerangkan, bahwa seorang oknum Bea Cukai berinisial H pernah memberikan 67 bal rokok. Lokasi penyerahannya di Pom Bensin Kaligawe agar dijual,” sebutnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Gagas Nugraha, menegaskan pengaduan dugaan penculikan yang dilaporkan Sulaiman masih diteliti oleh pihaknya. “Masih diteliti, bagaimana konstruksinya,” katanya.

Sebelumnya, Sulaiman melalui kuasa hukumnya Yosep Parera, mengadukan oknum penyidik Bea Cukai ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng). Bukti aduan itu resmi diterima Polda Jateng pada Rabu (12/10) lalu.

Pelaporan ini menyusul dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh oknum penyidik Bea Cukai terhadap Sulaiman, bos rokok di Kabupaten Demak. Sejauh ini, pihak kepolisian sendiri sudah memeriksa sejumlah saksi terkait laporan tersebut.

Yosep menilai penangkapan yang dilakukan petugas Bea Cukai terhadap klien-nya tidak sah. Sebab, menurutnya, pada proses penangkapan itu tidak disertai dengan surat penangkapan tersangka dari institusi terkait, dalam hal ini Bea Cukai.

“Surat penangkapannya tertanggal 6 September. Padahal dia (Sulaiman) sudah ditangkap dulu tanggal 5. Dari tanggal 5 sampai 6 itu, diduga dianiaya di Kantor Bea Cukai,” tandas Parera. (Bjt02)