Home Headline Terjebak Api Saat Kebakaran, Ibu dan Anak Tewas  

Terjebak Api Saat Kebakaran, Ibu dan Anak Tewas  

136
0
Tim pemadam kebakaran mengevakuasi jasad ibu dan anak yang tewas terpanggang di dalam rumahnya.
        Semarang, 9/7 (BeritaJateng.net) – Peristiwa kebakaran hingga merenggut korban jiwa terjadi di sebuah rumah di Jalan Raya Bugangan 25 Kelurahan Rejosari Semarang Timur. Korban dua orang yakni ibu dan anak, tewas lantaran tidak bisa menyelamatkan diri akibat terperangkap kobaran api didalam rumah.
       Korban tewas diketahui bernama Linda Maria 47, dan anak perempuanya bernama Karlina Rinata, 10. Linda meninggal ketika hendak menyelamatkan putrinya yang berada di ruangan lantai dua setelah menyelamatkan orangtuanya, Puji Astuti, 70 tahun.
        Peristiwa tragis ini terjadi Minggu (8/7) sekitar pukul 18.30 wib. Menurut keterangan saksi mata, Ahmad Ubaidillah menjelaskan sebelum melihat peristiwa ini terjadi mencium bau asap menyengat disekitar rumah korban. Kemudian, laki-laki penjual nasi bungkus yang berada disebelah kanan rumah korban mengecek lantaran penasaran adanya bau asap menyengat tersebut.
       “Saya pas jualan, kok ada bau asap menyengat, saya toleh kanan kiri kemudian jalan ke kakan ngecek ada orang buka rolling dor dirumah itu (korban),” ungkapnya dilokasi kejadian Minggu (8/7) malam.
        Dari situ, Ahmad melihat adanya seorang perempuan tua tergeletak di ruang masuk bagian bawah. Kemudian, perempuan tersebut diangkat keluar untuk diamankan dijauhkan dari kobaran api.
        “Saya juga melihat perempuan (Linda) berjalan naik keatas, mungkin bermaksud menyelamatkan anaknya, tapi kok saya lihat, saya tunggu tidak turun-turun,” bebernya.
         Menurut pandangangan, api yang membakar bangunan rumah tersebut bersumber dari ruangan belakang. Bahkan sempat terdengar adanya ledakan keras yang diduga sebuah tabung gas saat api telah membesar.
        “Apinya dari ruangan belakang, mungkin dapur. Api terus membesar, sampai diruang bagian atas,” katanya.
        Terlihat bangunan yang terbakar tersebut berlantai dua yang terdiri dua bangunan saling berkaitan. Salah satunya, bangunan tersebut dipakai sebagai tempat usaha apotik dan tempat tinggal.
        “Dulunya apotik, tapi sekarang hanya dipakai untuk jualan obat kecil-kecilan. Tadi pas tutup, memang biasanya kalau hari Minggu tutup, kalau kemarin-kemarin buka,” imbuhnya.
         Sementara, dilokasi kejadian petugas pemadam kebakaran terlihat sibuk memadamkan api dengan mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran. Saat ini, penyebab dari peristiwa kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan Aparat Kepolisian. (Nh/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here