Home Headline Terekam CCTV, Pelanggar Lalu Lintas Kaget Didatangi Polisi dan Di Tilang

Terekam CCTV, Pelanggar Lalu Lintas Kaget Didatangi Polisi dan Di Tilang

704
Terekam CCTV, Pelanggar Lalu Lintas Kaget Didatangi Polisi dan Di Tilang
             Semarang, 28/9 (BeritaJateng.net) – Pemberian  sanksi  tilang terhadap pelangggar lalu lintas di Kota Semarang yang terpantau kamera CCTV mulai dilakukan. Petugas Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang, Kamis (28/9) siang mendatangi rumah pemilik kendaraan bermotor yang melanggar lalu lintas.
                 Rumah pertama yang didatangi ada di Jalan Atmodirono, Semarang Selatan. Pemilik rumah, Ida Bagus Nyoman, terkejut disaat  beberapa Petugas Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang mendatanginya.
                  Kasat Lantas Polrestabes Semarang, Akbp Yusman Ardi, yang memimpin langsung memberikan penjelasan. Kedatangannya  bukan terkait penindakan untuk kasus tindak pidana melainkan pelanggaran lalu lintas yang terekam CCTV atau e-tilang.
                Akbp Yusman kemudian memperlihatkan bukti kalau mobil atas nama Ida Bagus yaitu toyota avanza hitam bernopol H 9181 RRr telah melanggar marka di traffic light simpang kaligarang pada hari Senin (25/9) lalu jam 09.33 WIB.
                  “Kedatangan kami ini bukan soal tindak pidana, namun terkait pelanggaran lalu lintas,” ujarnya dengan menunjukkan bukti screenshoot foto mobilnya ketika melanggar marka.
Terekam CCTV, Pelanggar Lalu Lintas Kaget Didatangi Polisi dan Di Tilang
Terekam CCTV, Pelanggar Lalu Lintas Kaget Didatangi Polisi dan Di Tilang

Sementara itu pemilik mobil, Ida Bagus Nyoman membenarkan bahwa mobil tersebut miliknya. Dirinya juga menjelaskan bahwa yang melakukan pelanggaran di simpang Kaligarang istrinya, saat  itu pulang dari rumah saudaranya.

                 “Yang membawa pada waktu itu istri saya, saat itu pulang dari rumah saudaranya di Jalan Kelud, itu hari pertama E-tilang berlaku,” tuturnya.
                 Setelah memberikan penjelasan dari petugas, Ida    Bagus kemudian mengikuti prosedur dan mau bertanggungjawab atas kesalahan yang dilakukan istrinya. Ia akan mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Semarang tanggal 20 Oktober 2017 mendatang.
               “Ya bagus sih kalau sudah diterapkan, jadi para pengguna jalan bisa lebih tertib,” lanjutnya.
                Kasat Lantas Polrestabes Semarang Akbp. Yusman Ardi menjelaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Jika bukan pemilik kendaraan yang melanggar maka akan dicari siapa pengemudinya dan akan dikonfirmasi terlebih dahulu.
                  “Penindakannya tetap kedepankan asas praduga tidak bersalah, kalau memang terbukti tidak melakukan pelanggaran juga tidak akan dilakukan penindakan,” tuturnya.
                 Selain pantauan CCTV dan polisi yang datang ke rumah pelanggar, prosedur lainnya tidak ada yang berbeda seperti proses sebelumnya yakni warga yang terkena tilang bisa menitipkan denda ke bank kemudian mengikuti sidang di Pengadilan sesuai tanggal yang telah ditentukan.
                   Dari laporan yang masuk sejak hari pertama diberlakukannya e-tilang yaitu Senin (25/9) lalu, terdapat sebanyak 178 pelanggar lalu lintas yang terekam CCTV. Di hari pertama terdapat  88, hari kedua ada 53 pelanggar dan hari ketiga Rabu kemarin ada 37 pelanggar. (Nh/EL)