Home Headline Terbakar Cemburu, Pria Ini Tusuk Tetangganya Hingga Tewas

Terbakar Cemburu, Pria Ini Tusuk Tetangganya Hingga Tewas

Semarang, 3/12 (BeritaJateng.net) – Seorang pria bernama Wahyu Ariyanto (33) warga Margorejo Timur, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur mengaku menyesal atas perbuatannya setelah menusuk Markus yang juga tetangganya sendiri hingga tewas.

Perbuatan yang dilakukan oleh pria yang juga seorang pemain musik itu dilatarbelakangi karena cemburu. Pelaku tak terima atas perbuatan korban yang telah melakukan perselingkuhan dengan istrinya.

Merasa harga dirinya terinjak-injak karena ulah korban, Wahyu tega menusuk bagian perut korban hingga sebanyak tiga kali.

“Harga diri saya terinjak-injak karena dia (korban) selingkuhi istri saya. Semua lelaki pasti sakit kalau diperlakukan seperti itu,” kata Wahyu saat melakukan reka ulang di Mapolsek Gayamsari Semarang, Kamis (3/12).

Kejadian tersebut tepatnya terjadi pada hari Selasa 10 November 2015 lalu, sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, Wahyu mendatangi rumah korban di Jalan Margorejo Timur RT 1 RW 5 Kemijen, Semarang Timur. Markus yang tengah tertidur di dalam rumahnya, ditusuk hingga tiga kali dengan menggunakan pisau dapur.

Setelah melampiaskan amarahnya, pelaku kemudian menemui ibu kandungnya dan melapor kepada ketua RW setempat sebelum akhirnya menyerahkan diri ke kantor polisi.

IMG_20151203_195653

“Saya menyesal dibelakang, karena masih punya anak laki-laki dua, yang satu kelas lima SD, satunya lagi masih TK kecil,” terangnya kepada petugas.

Tuntutan pekerjaan yang membuat pelaku jarang pulang rumah dimanfaatkan oleh istrinya untuk menjalin hubungan terselebung dengan korban.

“Saya jarang pulang rumah memang, pekerjaan saya sebagai seorang pemain keyboard di kafe Kapal Roro jurusan Semarang-Pontianak dan Pontianak-Surabaya,” tambahnya.

Sebelumnya, pelaku sempat menanyakan kepada teman yang satu pekerjaan dengan istrinya perihal dugaan perselingkuhan dengan korban.

“Setelah saya tanyakan ke teman yang bekerja satu pabrik dengan istri saya, ternyata istri saya sering dijemput oleh korban ketika pulang dari kerja,” bebernya.

Sementara, meski korban sempat dirawat inap di RS Pantiwilasa Citarum Semarang selama 9 hari, takdir berkata lain. Nyawa korban tak terselamatkan, tepatnya pada hari Kamis (19/11/2015), pukul 12.00 WIB, korban akhirnya meninggal dunia.

Sementara itu, Kapolsek Gayamsari Semarang, Kompol Dili Yanto menyatakan bahwa tersangka akan dikenakan Pasal 351 KUHP ayat 3 yakni penganiayaan berat hingga menyebabkan kematian.

“Ancaman maksimal tujuh tahun penjara, subsidair Pasal 353 KUHP ayat 3 mengenai penganiayaan berencana, jika perbuatan itu mengakibatkan kematian, ancamannya 9 tahun penjara,” tandas Dili.(Bjt02)