Home Kesehatan Tenaga Medis Dan Ketersediaan Obat Di Puskesmas Siap Amankan Mudik Lebaran

Tenaga Medis Dan Ketersediaan Obat Di Puskesmas Siap Amankan Mudik Lebaran

1051
0
Tenaga Medis dan Ketersediaan Obat Di Puskesmas Siap Amankan Mudik Lebaran.
      Demak, 4/6 (BeritaJateng.net) – Bupati Demak HM. Natsir menyambut baik kunjungan Asisten III Sekda Provinsi Jawa Tengah Drs. Budi Wibowo, melakukan pantauan di Puskesmas Demak 1. Hal itu terkait dengan bagaimana kesiapan pelayanan kesehatan dalam rangka menghadapi arus mudik dan arus balik lebaran Idul Fitri 2018/1439 H.
       Dalam kunjungannya, ia menyampaikan, bahwa untuk menghadapi arus mudik dan arus balik, pihak puskesmas agar bisa mengatur pola jadwalnya. “Tenaga medis maupun perlengkapan kesehatan termasuk mobil ambulan agar disinergikan dengan posko-posko yang sudah ditentukan,” katanya.
      Selain melakukan pengecekan terhadap sarana dan prasaran ambulan, dirinya juga meninjau kesiapan dan kelengkapan obat-obatan yang tersedia dipuskesmas,
       “Obat-obatan yang tersedia banyak adalah obat-obatan yang biasanya sangat dibutuhkan oleh para pemudik. Berdasarkan tahun lalu kebanyakan yang dibutuhkan pemudik adalah obat untuk Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA),” tuturnya. “Untuk penanganan penyakit Jantung sementara dirujuk langsung ke Rumah Sakit Umum Demak,” imbuhnya.
       Bowo menyatakan kalau persiapan pelayanan kesehatan di puskesmas Demak 1 sudah baik dan tidak ada permasalahan. “Jika terjadi sesuatu pada pemudik, pihak puskesmas 1 Demak selalu siap melayani,” pungkasnya.
       Asisten III Sekda Provinsi Jateng yang melanjutkan kunjungan ke pasar Bintoro Demak, menemui rombongan dari balai besar POM Semarang yang sedang melakukan uji sampel terhadap beberapa jenis makanan yang dijual di pasar tersebut.
        Kepala Bidang Pengujian Mikrobiologi, Puji Hastuti menyatakan bahwa dari 24 jenis sample makanan yang diuji, hanya ada satu jenis makanan yang mengandung formalin yaitu berupa mie basah. “Untuk kasus mie basah ini akan kami lakukan penanganan lebih lanjut agar masyarakat tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan yang berbahaya,” paparnya. (BW/El)