Home Lintas Jateng Teluk Penyu Tercemar Minyak, Ribuan Warga Terima Dana Kompensasi

Teluk Penyu Tercemar Minyak, Ribuan Warga Terima Dana Kompensasi

image

Cilacap, 19/6 (BeritaJateng.net) – Sedikitnya 14 ribu warga dari lima kelurahan di Cilacap menerima kompensasi pembersihan ceceran minyak dari Pertamina RU IV Cilacap. Ceceran minyak itu terjadi di Pantai Teluk Penyu sebagai dampak terjadinya pencemaran beberapa waktu lalu.

Lima kelurahan yang warganya menerima kompensasi adalah Kelurahan Tambakreja, Sidakaya, Donan, Tegalkamulyan dan Kelurahan Cilacap. Dana kompensasi mulai dibagi Kamis (18/6) kepada warga di Kelurahan Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan.
           
Besaran uang kompensasi itu disesuaikan dengan minyak yang didapatkan warga.  Satu jerigen atau drum besar, mendapatkan uang sebesar Rp 175.000, drum atau jerigen sedang Rp 150.000 hingga Rp 100.000 dan ember kecil, atau jerigen kecil sebesar Rp 75.000.

Pembagian dana kompensasi itu berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Tambakerja. Warga penerima diwajibkan membawa KTP atau SIM untuk mencairkan dana. Pembagian dana kompensasi itu berlangsung dalam kawalan aparat Kepolisian dan TNI serta petugas keamanan dari Pertamina.
           
Di kelurahan ini ada 400 lebih warga yang menerima kompensasi dari Pertamina. Hanya saja pembagian dana itu sempat diwarnai dengan protes sejumlah warga yang hampir kehilangan haknya karena kesamaan nama atau yang merasa hitungannya tidak tepat dengan kompensasi.
 “Hitungan saya dapatnya kompensasi lebih besar tapi dihitungnya kurang” ujar salah seorang warga.

Warga lainnya memprotes proses  panitia karena dianggap ceroboh. “Ada yang namanya sama, begitu saya mau ngambil kata panitia sudah ada yang ngambil atas nama saya” tutur  Agus.
           
Dana yang dibagikan itu bukan merupakan hasil tuntutan ganti rugi akibat terjadinya pencemaran pada 25 Mei lalu. Pihak Himpunan Nelayan Selururuh Indonesia (HNSI) DPC Cilacap sebelumnya mengajukan tuntutan ganti rugi kepada Pertamina sebesar Rp 40 milyar. Namun tuntutan itu dimentahkan oleh pihak Pertamina, karena berdasarkan penelitian tim investigasi, pencemaran di Teluk Penyu dan sekitarnya itu bersumber dari kapal  MT Martha Petrol bukan dari fasilitas SPM (Single Point Mooring) milik Pertamina.

“Minyak yang mencemari Pantai Teluk Penyu itu diduga kuat berasal dari kapal Matral Petrol yang kandas dan mengalami kerusakan pada lambungnya” ungkap GM Pertamina RU IV, Nyoman Sukadana.

Kuasa hukum HNSI Cilacap, Bambang Sriwahono mengatakan, dirinya sudah menyerahkan surat permohonan ganti rugi dari HNSI kepada manajeman MT Martha Petrol di Jakarta. “Masih dipelajari oleh manajeman  MT Martha Petrol, terus mau dirapatkan dulu dengan direksi perusahaan” ungkap Bambang. (BJ33)