Home Ekbis Teknologi Industri Digital Creative Semarang Makin Meningkat

Teknologi Industri Digital Creative Semarang Makin Meningkat

528
Stand yang memeriahkan pameran tehnologi Semarang, Senin 4/5.
Stand yang memeriahkan pameran tehnologi Semarang, Senin 4/5.
Stand yang memeriahkan pameran tehnologi Semarang, Senin 4/5.

Semarang, 4/5 (BeritaJateng.net) – Peluang Industri Digital Creatif di Semarang mulai meningkat, hal ini terlihat dengan digelarnya Pameran Teknologi Industri Digital Creatif Semarang di Gedung Wanita Semarang Senin, (4/5).

Pemeran Industri Digital Creatif tersebut digelar oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang dalam menyambut HUT Kota Semarang ke 468 tahun. Event bertajuk Pameran Teknologi Industri yang dilaksanakan oleh IKITAS selaku EO.

Manager Bisnis kolaborasi IKITAS (Inkubator kreasi dan inovasi Telematika Semarang) Bambang Supradono menyampaikan bahwa pameran tersebut baru pertama kalinya digelar di Kota Semarang, ada sekitar 80 stand dan melibatkan berbagai peserta yakni dari komunitas IT, Universitas, SMK, dan pelaku Industri kreative digital di Semarang.

Dengan target sekitar 1000 pengunjung perharinya, adanya pameran tersebut diharapkan dapat menambahkan ekosistem industri kreatifitas di Semarang dalam bidang digital. “Terlebih lagi jika mampu menghadirkan industri-industri baru,” ucapnya.

Peningkatan industri creative digital, salah satunya yang dapat di jumpai dalam pameran tersebut yakni Studio Animation Dream Toon yang berada di Ungaran Kab. Semarang.

Beberapa produksi Studio Animation Dream Toon tersebut telah menyasar ke pasar nasional. Dony Sugeng Riyadi, Production Manager, menjelaskan bahwa Studio Animation Dream Toon memproduksi film kartun yang telah di siarkan di TV Swasta Nasional.

“Studio Animation Dream Toon sudah menghasilkan 5 produksi film kartun yakni, Nina Sahabat Ku, Sammufly, Dufan The Difender, The Litlle Abu Nawas, dan Petok Si Ayam Kampung,” ucapnya.

Dengan mengikuti pameran Industri Digital ini, lanjutnya, menjadi salah satu cara mempromosikan industri lokal yang telah berkiprah di Nasional, dan dapat membangkitkan animasi-animasi lain di Indonesia.

“Selama ini animasi kartun yang masuk dari luar, dengan ini berharap agar masyarakat bangga tentang animasi di Indonesia sudah dapat membuat creatifitasnya yang tak kalah dengan luar negeri,” tutur Dony. (BJ06)