Taxi Online Harus Plat Kuning

SEMARANG, 8/9 (beritajateng.net) – Polemik dan konflik yang terus menerus terjadi antara taxi konfensional dengan taxi berbasis aplikasi atau yang lebih dikenal dengan taxi online bisa diatasi hanya dengan satu cara yakni taxi tersebut harus plat kuning bukan plat hitam seperti sekarang ini.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menerima puluhan sopir taxi yang tergabung dalam Forum Taxi Jawa Tengah, di ruang rapat Gubernur, Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (8/9).

“Dari awal namanya angkutan umum itu plat kuning. Itu tidak bisa ditawar. Kecuali regulasinya dirubah,” ungkapnya.

Ganjar menyebut regulasi yang saat ini ada yaitu Undang Undang Lalu Lintas (UU no 22 Tahun 2009). Dalam undang undang tersebut ketentuannya juga tegas harus menggunakan plat nomor berwarna kuning.

“Maka kalau orang punya mobil pribadi mau bisnis (angkutan: red) harus diubah dulu ke plat kuning, Clear kan, selesai masalah,” katanya.

Menurut Ganjar, sikap para pendemo yang menyampaikan aspirasi Hari Kamis (7/9) dan diulang oleh perwakilan sopir taxi Jumat (8/9) yang tegas menyatakan tidak menolak aplikasi dikatakan sebagai sikap yang tepat.

“Mereka kan mengatakan tidak menolak online tapi menolak angkutan ilegal. Wis bener sikap kuwi,” bebernya.

Menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut, Ganjar menjanjikan dalam waktu dekat akan menemui Menteri Perhubungan dan Menkominfo untuk membahas masalah tersebut.

“Segera saya sampaikan tuntutan sopir taxi tadi ke Menhub dan menkominfo. Ini bukan kewenangan saya. Menurut saya kalau Menhub dan menkominfo duduk bersama, selesai koq masalah ini,” jelasnya.

Sementara itu Wakapolrestabes Semarang, AKBP R Setijo NHP mengatakan, siap mengefektifkan penindakan terhadap angkutan umum illegal.

“Akan kami intensifkan penindakan. Kalau terbukti membawa penumpang dan didukung bukti aplikasi pasti kami tindak. Tapi kalau dia berhenti tidak sedang mengangkut penumpang ya gak bisa ditindak,” tegasnya.

(NK)

Tulis Komentar Pertama