Home Lintas Jateng Tavip : Blacklist Rekanan yang Tidak Bekerja Profesional 

Tavip : Blacklist Rekanan yang Tidak Bekerja Profesional 

694

 

Semarang, 9/1 (BeritaJateng.net) – Penjabat (Pj) Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto meminta satuan kerja perangkat dinas (SKPD) tegas melakukan “blacklist” terhadap rekanan yang tidak bekerja profesional.

“Rekanan yang tidak dapat menyelesaikan (proyek pekerjaan, red.) sesuai target di ‘blacklist’ saja,” katanya, usai penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2016 di Semarang.

Pemasukan “daftar hitam” bagi rekanan yang tidak profesional dalam menjalankan pekerjaan proyek pembangunan itu, lanjut dia, agar pembangunan pada tahun ini bisa berjalan tepat waktu sesuai target.

Di sektor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Semarang, kata dia, juga akan dilakukan langkah “penyegaran”, salah satunya dari aspek sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kualifikasi dan kompeten.

“‘Penyegaran’ di sektor ULP ini dimaksudkan agar kinerja di bagian pelelangan bisa maksimal,” tegas mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermades) Jawa Tengah tersebut.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengakui pentingnya profesionalitas ULP dalam menjalankan tugas, salah satunya mengetahui secara detail profesionalitas rekanan yang akan menangani pekerjaan.

“ULP harus mengetahui secara detail profil rekanan yang akan menangani pekerjaan, diteliti dulu. Bonafid atau tidak, proyek-proyek apa saja yang sudah pernah ditangani yang bersangkutan,” katanya.

Langkah semacam ini, kata politikus PDI Perjuangan itu, bisa meminimalisir adanya pekerjaan atau proyek pembangunan yang ditangani oleh rekanan yang tidak profesional sehingga pembangunannya molor.

Maka dari itu, kata dia, rekanan yang diketahui tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target yang ditetapkan jangan dipakai lagi untuk pengerjaan proyek-proyek pembangunan berikutnya.

“Prosesnya kan diawali dari lelang. ULP jangan gegabah dalam menentukan pemenang lelang tanpa mempertimbangkan profesionalitas kinerja agar proyek-proyek molor tidak terulang,” tegasnya. (Bj)

Advertisements