Home Lintas Jateng Tata PKL Liar di Semarang, Ita: Pemkot akan Libatkan Kepolisian 

Tata PKL Liar di Semarang, Ita: Pemkot akan Libatkan Kepolisian 

703
Satpol PP menertibkan puluhan PKL di sekitar RSUP dr. Kariadi

Semarang, 15/10 (BeritaJateng.net) – Pemkot Semarang akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengatasi pedagang kaki lima (PKL). Hal itu dilakukan jika SKPD terkait dirasa kewalahan melakukan penertiban PKL.

”Kemarin ( Kamis-Red) saya sudah sowan ke Polrestabes untuk membahas permasalahan PKL liar. Sebanarnya kita sudah menggandeng aparat ketika melakukan penertiban PKL di Kota Lama,” ujar Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Hevearita menginginkan, adanya pemetaan mana saja wilayah yang harus mendapatkan bantuan aparat dan titik yang bisa ditangani Satpol PP sendiri. Menurutnya, pihak Polrestabes Semarang sudah memberikan lampu hijau terkait kerjasama tersebut.

Mbak Ita sapaan akrabnya hanya akan menertibkan PKL liar yang keberadaanya melanggar aturan seperti memanfaatkan badan jalan atau berada di atas saluran. Imbauannya kepada masyarakat agar tidak membela PKL liar yang melanggar.

”Contohnya PKL liar ada di sekitar Tri Lomba Juang dan maraknya PKL di sepanjang Jalan Simongan,” imbuhnya.

Jika PKL resmi, kata Ita Pemkot akan memfasilitasi relokasi termasuk menyediakan tempat berjualan. Contohnya seperti PKL Padangrani di Kota Lama akan disediakan tempat pada gedung sekitar Taman Garuda.

‎Sementara itu, Kepala Satpol PP‎, Endro PM mengakui ada keterbatasan jumlah personil Satpol PP yang tidak sebanding dengan pertumbuhan PKL. Anggota yang bertugas di penindakan lapangan tidak lebih dari 150 orang. ‎

”Mudah-mudahan dengan diberlakukannya SOTK baru nanti, akan ada UPTD Satpol di tiap kecamatan sehingga kami memiliki jangkauan lebih luas. Idealnya sesuai PP 6 2010 jumlah anggota Satpol PP di Kota Semarang sekitar 600-700  personel. PP 6/2010 itu yang dijadikan dasar untuk memenuhi kebutuhan personel Satpol PP di Indonesia,” imbuhnya. (Bj)