Home Headline Taruna Akpol Penganiaya Adam Dituntut  3 tahun dan 18 Bulan

Taruna Akpol Penganiaya Adam Dituntut  3 tahun dan 18 Bulan

119
0
Taruna Akpol Penganiaya Adam Dituntut  3 tahun dan 18 Bulan
       Semarang, 2/11 (BeritaJateng.net) – Empat orang taruna Akademi kepolisian tingkat III dituntut hukuman 3 tahun penjara atas kasus penganiayaan hingga berujung meninggalnya Brigdatar Muhammad Adam.
        Empat terdakwa yaitu Christian Atmadibrata Sermumes, Martinus Bentanone, Gibrail Chartens Manorek, dan Gilbert Jordu Nahumury. Keempatnya dinilai terbukti melakukan penganiayaan terhadap korban Adam hingga korban meninggal dunia.
         “Menjatuhkan terdakwa dengan pidana penjara 3 tahun, dikurangi masa tahanan sementara dengan perintah ditahan,” ungkap  jaksa Slamet Margono dan Nur Azizah di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (2/11)
      Sementara itu, sembilan terdakwa kasus penganiayaan Akademi Kepolisian, Brigadir Taruna Dua Muhammad Adam, dituntut pidana 1 tahun 6 Bulan Penjara, oleh Jaksa Penuntut Umum, pada sidang di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (2/11).
Taruna Akpol Penganiaya Adam Dituntut  3 tahun dan 18 Bulan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai para terdakwa memenuhi unsur kekerasan sebagai mana pasal 170 ayat (1) KUHP. Unsur itu yaitu barang siapa dengan terang-terangan dan menggunakan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang.

         “Menjatuhkan pidana pada terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan enam bulan penjara,” ucap jaksa Panji Sudrajat dalam persidangan.
        Jaksa mengatakan, alat bukti dan saksi menunjukkan keterlibatan para terdakwa. Bukti yang dipakai, salah satunya hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara Semarang mengenai penyebab kematian korban.
        Sembilan terdakwa yang disidang yaitu Praja Dwi Sutrisno, Aditia Khaimara Urfan,Joshua Evan Dwitya Pabisa, Reza Ananta Pribadi, Indra zulkifli Pratama Ruray, Chikitha Alviano Eka Wardoyo, Rion Kurnianto, Erik Aprilyanto, dan Hery Avianto.
         Sementara itu, menanggapi tuntutan tersebut tim pengacara terdakwa taruna senior M. Junaidi menyatakan keberatan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Pihaknya akan  mengajukan nota pembelaan dalam sidang selanjutnya.
         “Untuk tuntutan Jaksa terhadap para terdakwa, terlalu berlebihan dan berat. Kami sepakat teman teman pengacara yang lain akan melakukan pembelaan pada Senin (6/11) besok,” ujarnya.
         Sidang akan dilanjutkan pada Senin 6 November 2017 mendatang dengan agenda mendengarkan pembelaan kuasa hukum.
          Seperti diketahui, empat belas Taruna Akpol melakukan penganiayaan terhadap juniornya. Akibatnya, salah satu juniornya Brigadir Taruna Dua (Brigdatar) Muhammad Adam, meninggal dunia. (Nh/EL)