Home Ekbis Tarif “Trans Semarang” Dipastikan Tidak Ikut Naik

Tarif “Trans Semarang” Dipastikan Tidak Ikut Naik

Trans Semarang

Semarang, 24/11 (BeritaJateng.Net) – Tarif “bus rapid transit” (BRT) Trans Semarang dipastikan tidak ikut naik seiring kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) meski tarif angkutan umum lainnya naik.

“Meski tarif angkutan umum yang lainnya naik, tidak untuk BRT Trans Semarang. Kami tidak menaikkan tarif,” kata Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang Bambang Kuntarso di Semarang, Senin (24/11).

Ia menjelaskan BRT Trans Semarang masih tetap mempertahankan tarif yang lama, yakni Rp3.500/penumpang untuk kalangan umum, sementara untuk kalangan pelajar dikenakan Rp1.000/penumpang.

Bahkan, kata dia, tarif tersebut berlaku untuk seluruh koridor yang menjadi tujuannya dan tidak ada penambahan tarif, mulai dari Koridor I hingga Koridor IV yang dilayani BRT Trans Semarang.

“Jadi, tarif itu berlaku untuk segala koridor. Penumpang yang mau pindah koridor ke koridor lain yang jadi tujuannya tidak dikenakan tambahan. Ya, cuma satu tarif itu yang berlaku,” katanya.

Menurut dia, Pemerintah Kota Semarang memang berkomitmen untuk memberikan pelayanan transportasi massal dengan biaya terjangkau dan efisien, melalui sistem satu tiket untuk seluruh koridor.

“Layanan transportasi BRT Trans Semarang memang tidak berorientasi semata profit (keuntungan), melainkan ‘benefit oridented’. Kami lebih mengedepankan manfaat layanan ketimbang profit,” katanya.

Dengan tetapnya tarif BRT Trans Semarang seiring kenaikan harga BBM, ia berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik memanfaatkan layanan angkutan massal itu ketimbang menggunakan kendaraan pribadi.

Sasaran yang diharapkan, kata dia, utamanya para pelajar yang setiap harinya memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk ke sekolah sehingga nantinya mereka akan beralih menggunakan BRT Trans Semarang.

“Sekarang kan bensin naik, automatis biaya operasional kendaraan pribadi juga ikut naik. Tentunya, masyarakat akan lebih melirik BRT Trans Semarang yang tarifnya murah dan nyaman,” kata Bambang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kota Semarang Agus Harmunanto membenarkan tidak adanya kenaikan tarif untuk BRT Trans Semarang meski angkutan umum lainnya naik.

“Penyesuaian tarif untuk angkutan umum mulai diberlakukan, seperti angkutan kota, taksi, dan sebagainya, kecuali BRT Trans Semarang. Untuk BRT Trans Semarang, tarifnya masih tetap,” katanya. (ant/pri)