Home Ekbis Tarif Kargo Naik 300%, Asperindo Protes Maskapai Penerbangan

Tarif Kargo Naik 300%, Asperindo Protes Maskapai Penerbangan

385
Tarif Kargo Naik 300%, Asperindo Protes Maskapai Penerbangan

Semarang, 14/2 (BeritaJateng.net) – Kenaikan tarif surat muatan udara (SMU) atau tarif kargo hingga 300% yang dilakukan maskapai penerbangan berbuntut panjang. Pengusaha jasa pengiriman yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) di semua daerah di Indonesia secara massif melakukan langkah ataupun tuntutan agar tarif SMU bisa turun.

Langkah itu sebagai protes keras kepada pihak maskapai penerbangan, terutama Garuda Indonesia yang menaikkan tarif kargo cukup tinggi sejak Oktober 2018.

Ketua Asperindo Jawa Tengah, Tony Winarno menyampaikan, pihaknya akan mengambil sikap atas permasalahan Yang dirasa merugikan banyak perusahaan.

“Kami ingin mengedukasi customer atau UMKM untuk memilih layanan kami yakni time definite atau peka waktu atau kiriman hari ini harus sampai,” kata Tony.

Pihaknya menjelaskan Asperindo Jateng mendorong customer untuk memilih moda transportasi lain yang sebanding dengan biaya kiriman.

“Kalau UMKM memilih time definite ya harus memilih harga yang mahal. Kalau memakai layanan non urgent shipment, yang datangnya 5 hari. Itu yang selalu kami lakukan untuk memberikan edukasi kepada UMKM. Biar mereka mengerti, karena kami industri jasa pengiriman bekerja untuk mereka,” jelas Tony.

Dengan edukasi tersebut, kata Tony, Asperindo Jateng tidak melakukan boikot kepada maskapai penerbangan. Namun akan mereview penggunaan kargo udara untuk layanan time definite maupun day definite. Apa saja tarif kargo udara yang naik, akan direview.

“Kami optimalkan kiriman via darat atau trucking, kereta api. Kalau customer membutuhkan ketepatan waktu lebih via darat, ya harus membayar biaya tambahan karena melewati tol. Nah, biaya tol sendiri menambah biaya logistik sebesar 15%,” jelas dia.

Pihaknya tetap mendorong penggunaan pesawat kargo untuk ekspor dan impor. Contohnya ekspor melati, ekspor salak dan ekspor manggis.

“Kita sudah lakukan kerjasama angkasa pura 1, Karantina dan ASPERINDO Jateng. Kita tidak sedang boikot angkutan udaranya. Silakan Garuda Indonesia naikkan tariff, tapi kita berhak mereview apa saja moda tranportasi yang layak kami gunakan. Kita catat untuk bahan ke depan, untuk review. Kita mendorong angkutan darat dan laut,” paparnya.

Di samping itu, Asperinso Jateng juga menuntut agar tarif muatan udara atau SMU bisa turun.

“Ke depan, Asperindo menggagas memiliki terminal kargo sendiri . ASPERINDO mengggas memiliki pesawat frighter yang bekerjasama dengan pengusaha lokal maupun asing,” imbuhnya. (El)