Home Ekbis Tarif Angkutan Disesuaikan Setelah Harga BBM Stabil

Tarif Angkutan Disesuaikan Setelah Harga BBM Stabil

Ilustrasi

angkutan umum

Cilacap, 19/1 (BeritaJateng.net) – Penyesuaian tarif angkutan umum di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, akan dilakukan setelah harga bahan bakar minyak (BBM) benar-benar stabil, kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Cilacap Uong Suparno.

“Kalau harga BBM sudah stabil, nanti akan segera ada penyesuaian tarif angkutan umum, baik angkutan kota (angkot) maupun angkutan pedesaan (angkudes),” kata Uong di Cilacap, Senin.

Menurut dia, penyesuaian tarif angkutan umum akan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati (SK) Bupati Cilacap.

Akan tetapi jika harga BBM berubah-ubah setiap dua minggu sekali, kata dia, pihaknya kesulitan untuk menentukan besaran tarif angkot dan angkudes sedangkan penentuan tarif angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP) berdasarkan petunjuk pemerintah pusat.

Selain itu, lanjut dia, SK Bupati tidak mungkin diganti setiap minggu atau setiap bulan.

“Jangan sampai tarif sudah diturunkan ternyata BBM turun lagi, makanya sekalian tunggu harganya stabil,” tegasnya.

Lebih lanjut, Uong mengatakan bahwa dalam menghitung besaran tarif angkutan tidak hanya berdasarkan harga BBM tetapi juga komponen lainnya seperti harga suku cadang dan bunga bank.

Padahal hingga saat ini, kata dia, harga suku cadang kendaraan tetap tinggi meskipun harga BBM telah turun.

Oleh karena itu, lanjut dia, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Cilacap masih memberlakukan tarif angkutan umum yang ditetapkan pascakenaikan harga BBM tanggal 18 November 2014.

Ia mengakui bahwa penurunan tarif angkutan tidak menjamin penumpang akan ramai karena saat ini jasa transportasi sangat memrihatinkan sehingga sering kali angkot melayani penumpang di luar trayek yang ditetapkan lantaran penumpangnya sepi.

“Mereka terpaksa melakukan itu karena untuk menutup biaya operasional angkot. Nanti secara bertahap akan kita tertibkan,” katanya.

Saat dihubungi dari Cilacap, Ketua Organda Kabupaten Cilacap Djudju Kusniady mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengevaluasi tarif angkutan umum pascapenurunan harga BBM.

“Kita akan rapat dengan Dishubkominfo Cilacap untuk membahas (tarif) ini,” kata dia yang sedang mengikuti rapat Organda di Semarang.

Seperti diwartakan, pemerintah memutuskan untuk kembali menurunkan harga jual BBM jenis premium dan solar yang efektif berlaku mulai Senin (19/1) ini, pukul 00.00 WIB.

Harga bahan bakar jenis premium turun menjadi Rp6.600/liter dari sebelumnya Rp7.600/liter, sementara harga solar mengalami penurunan dari semula Rp7.200/liter menjadi Rp6.400/liter.

Selain menurunkan harga jual bahan bakar jenis premium dan solar, pemerintah juga menurunkan harga jual elpiji 12 kilogram dari Rp140.000 menjadi Rp129.000 per tabung, serta harga semen yang turun Rp3.000/zak. (Ant/BJ)