Home Headline Tantangan KPID Semakin Berat, Komisioner Harus Kompeten

Tantangan KPID Semakin Berat, Komisioner Harus Kompeten

550

SEMARANG, 13/2 (Beritajateng.net) – Menjelang pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini, media penyiaran dituntut untuk profesional dan menjaga netralitasnya. Tugas pengawasan terhadap profesional dan netralitas media ini berada di tangan komisioner KPID. Oleh karena itu recruitment anggota KPID diharapkan menghasilkan komisioner yang kompeten dan profesional.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Ferry Wawan Cahyono mengharapkan, komisioner baru KPID hasil seleksi periode 2020 – 2023 yang saat ini sedang dalam tahap pendaftaran merupakan sosok sosok yang sesuai dengan harapan masyarakat untuk mewujudkan penyiaran yang sehat.

“Seleksi ini merupakan momentum baik untuk memilih komisioner yang berani, independen, dan inovatif,” ungkapnya dalam dialog Ruang Aspirasi di TVRI Jateng Rabu (12/2).

Lebih lanjut politisi Partai Golkar ini mengatakan, komisioner baru nanti harus terhindar dari kepentingan politik praktis baik dari partai politik tertentu maupun dari pemiliknya.

“Tantangan terhadap penyiaran makin berat. KPID punya tugas menjaga lembaga penyiaran agar independen, objektif, dan beretika,” katanya.

Dia juga mengatakan sudah semestinya lembaga penyiaran menjadi ruang edukasi bagi masyarakat. Komisioner harus memastikan bahwa frekwensi yang digunakan lembaga penyiaran digunakan dengan baik dan informasi yang disampaikan memiliki manfaat untuk kepentingan publik.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Seleksi (Pansel) KPID KH Ahmad Darodji mengatakan, seleksi calon anggota KPID tahun ini dilaksanakan lebih ketat dibanding periode periode sebelumnya. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi tantangan dewan agar komisioner yang dihasilkan lebih kompeten dan profesional.

“Salah satu caranya kami akan melihat kompetensi calon dengan membuat makalah dadakan di depan pansel. Makalah ini temanya diberikan pada saat itu juga sehingga kami akan tahu sejauhmana kompetensinya,” ungkap KH. Darodji.
Selain makalah yang diberikan secara dadakan, jelas KH Darodji, ujian lebih berat akan dilakukan oleh Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah terhadap calon yang sudah diseleksi menjadi 14 orang dari seluruh pendaftar.

“Mereka akan melalui tahapan yang cukup sulit yakni Fit and Propertest dihadapan seluruh Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah. Disinilah kita akan tahu kapabilitas dan kompetensi seorang calon sesungguhnya,” jelasnya.

Dari Fit and Propertest inilah nantinya Anggota Komisi A akan memilih 7 orang dari 14 orang calon yang diuji untuk menjadi komisioner KPID. Sementara 7 orang lainnya akan menjadi cadangan apabila 7 orang yang dipilih berhalangan tetap atau mengundurkan diri.

Dia menambahkan, pengumuman pendaftaran calon anggota KPID Jateng 2020-2023 telah dibuka hingga 17 Februari 2020 mendatang.

“Seluruh proses seleksi diharapkan sudah selesai akhir Maret nanti. Anggota KPID Jateng juga harus siap bekerja penuh waktu, tidak nyambi,” urainya.

(ADV)