Home Headline Tanggul Longsor, Ratusan Rumah Terancam

Tanggul Longsor, Ratusan Rumah Terancam

Nampak seorang anak kecil yang akan berangkat ke sekolah dan melewati tengah menunjuk tanggul yang longsor akibat tergerus aliran Sungai Bodri Kecamatan Cepiring, Jumat (23/1) .
Nampak seorang anak kecil yang akan berangkat ke sekolah dan melewati tengah menunjuk tanggul yang longsor akibat tergerus aliran Sungai Bodri Kecamatan Cepiring, Jumat (23/1) .
Nampak seorang anak kecil yang akan berangkat ke sekolah dan melewati tengah menunjuk tanggul yang longsor akibat tergerus aliran Sungai Bodri Kecamatan Cepiring, Jumat (23/1) .

Kendal, 23/1 (BeritaJateng.net) – Akibat terjangan arus sungai yang amat deras, tanggul Sungai Bodri yang berada di Desa Damarsari Kecamatan Cepiring longsor. Longsornya tanggul itu, mengakibatkan ratusan rumah warga yang berada di sekitar lokasi menjadi terancam. Jika sewaktu-waktu terjadi banjir bandang dan longsor lagi.

Tanggul Sungai setinggi tujuh meter tersebut mengalami longsor di sejumlah titik sepanjang 50 meter. Bahkan talud darurat penahan juga rusak lantaran terkena longsoran tanah. Untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan, tanggul tersebut ditutup menggunakan plastik.

Sumiyati (43) warga setempat mengaku khawatir dengan kondisi tanggul sungai yang sudah tidak kuat menahan arus air, dan longsor itu. Sebab, longsor tersebut bertambah parah tiap hari karena hujan deras masih mengguyur wilayah ini.

“Apabila tanggul longsor sungai Bodri bisa meluap, akibatnya tanggul bisa jebol sehingga menggenangi ratusan rumah,” ujarnya.

Menurutnya, Sungai Bodri merupakan salah satu sungai besar yang ada di Kabupaten Kendal. Sehingga memiliki arus yang cukup deras saat musim hujan.

“Bukan hanya banjir, tapi bisa merobohkan rumah. Ini yang membuat warga di sini khawatir,” lanjutnya.

Hal senada juga dikatakan Kasiron (60), warga lainnya, tanggul longsor akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kendal, selama sepekan hari terakhir.

“Warga berharap segera ada penanganan dan memperbaiki tanggul yang longsor agar tidak terlalu parah,” harapnya.

Imbuhnya, padahal tanggul yang sebelumnya longsor baru saja ditalut. Namun beton yang dijadikan talud tersebut, tidak kuat dan sebagian terbawa arus yang sangat kuat derasnya.

“Pengerjaan talud dilakukan pada bulan April dan selesai sekitar bulan Oktober 2014 lalu. Kami berharap agar pemerintah segera memperbaiki tanggul yang longsor tersebut, sebab warga sangat cemas,” imbuh Kasiron.

Sementara itu, Kasi Kasi Kesiapsiagaan bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, Slamet menyampaikan bahwa Sedikitnya ada 59 desa/kelurahan di 16 kecamatan Kabupaten Kendal rawan terjadi bencana tanah longsor.

Bencana longsor di Kabupaten Kendal ada dua jenis, yakni longsor yang terjadi di wilayah tebing dan wilayah tanggul.

“Keduanya memang beresiko tinggi. Kalau tebing itu tanah, kalau tanggul bisa jadi mengakibatkan banjir bandang. Untuk tebing mengancam wilayah atas, dan tanggul di wilayah bawah seperti Pantura,” paparnya.

Sejauh ini, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan TNI/Polri sebagai langkah antisipasi.

“Ya, kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kecamatan, sekaligus TNI dan Polri di daerah masing-masing. Jika terjadi bencana yang tidak diinginkan supaya bisa langsung ditangani,” tandasnya. (BJ19)