Home Ekbis Tanggapan Pengusaha Terkait Pemberlakuan PKM di Kota Semarang

Tanggapan Pengusaha Terkait Pemberlakuan PKM di Kota Semarang

431

SEMARANG, 28/4 (BeritaJateng.net) – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang mulai diberlakukan Senin (27/4/2020). Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi turun langsung untuk memantau jalannya PKM di pos pantau dan pabrik-pabrik.

Satu diantaranya aktivitas pabrik di PT Sandang Asia Maju Abadi di Kawasan Industri Wijaya Kusuma.

Dari pantauan, para pekerja pabrik di PT Sandang Asia Maju Abadi sudah melakukan protokol kesehatan sesuai SOP. Pengecekan suhu dilakukan sebelum para pekerja masuk ke lokasi. Mereka juga diminta menggunakan hand sanitizer sebelum dan setelah beraktivitas.

General Manager PT Sandang Asia Maju Abadi, Dedy Mulyadi, mengaku tidak keberatan dengan pemberlakukan PKM di Kota Semarang. Dia mendukung apapun kebijakan pemerintah. Bahkan, sebelum diberlakukan PKM, dia sudah berjaga-jaga menyiapkan protokol aktivitas di pabrik apabila pemerintah setempat memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Kami berpikiran kalau PSBB, kami siapkan protokolnya. Kebkjakan PKM, kami tidak keberatan. Kami mendukung program pemerintah. Masalanya nyawa, ekonomi ya ekonomi, tapi ini kesehatan,” ujar pria yang juga Ketua Apindo Kota Semarang.

Dikatakannya, SOP kesehatan sudah dijalankan jauh hari semenjak maraknya kasus covid-19. Beberapa upaya preventif dilakukan mulai dari pemberian edukasi hingga pengaturan jarak kerja. Pihaknya juga menyiapkan hand sanitizwr di beberapa titik di pabrik.

“Dari awal sudah prventif. Kamu memberi vitamin, edukasi, sanitizer di beberapa tempat. Jarak kerja juga kami atur,” ungkap Dedy.

Pekerja pabrik PT Sandang Asia Maju Abadi, Nafi mengatakan, pihak perusahaan mewajibkan para pekerja cuci tangan sebelum masuk ke dalam tempat produksi untuk mencegah adanya penyebaran covid-19. Dia juga diberi kesempatan oleh perusahaan untuk berjemur.

“Kami diminta cuci tangan, berjemur. Ada yang berjemur di luar, ada yang senam di dalam setiap hari selama lima menit. Sebelum ada covid-19 sudah diterapkan kaya gini,” katanya.(El)