Home Hukum dan Kriminal Tambah CCTV, Semarang Awasi Pengendara Agar Taat Berlalu Lintas

Tambah CCTV, Semarang Awasi Pengendara Agar Taat Berlalu Lintas

64
0
Walikota Semarang saat meninjau pusat ATCS kota Semarang.
              Semarang, 12/9 (BeritaJateng.net) – Kesadaran warga kota Semarang untuk tertib berlalu lintas tidak luput dari perhatian Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Hal ini dibuktikan dengan penambahan 11 ATCS (Area Traffic Control System) yang ditarget terpasang pada November mendatang.
                  “Untuk menjadikan Semarang makin hebat, tidak hanya pembangunan fisiknya saja yang kita kebut, namun juga kesadaran warganya untuk membiasakan hidup tertib dan taat peraturan, salah satunya tertib dalam berlalu lintas,” ujar Hendi sapaan akrab Walikota.
                   Menurut Walikota penambahan ATCS dimaksudkan untuk mengajarkan disiplin berlalu lintas kepada masyarakat karena berdasarkan pengamatan melalui Area Traffic Control System (ATCS) yang telah dipasang di 26 titik dari total 56 persimpangan yang berlampu lalu lintas di Kota Semarang masih banyak pengemudi kendaraan bermotor terutama sepeda motor melakukan pelanggaran lalu lintas meskipun rambu-rambu lalu lintas sudah dipasang. Selain tidak menggunakan alat keselamatan lengkap, seperti helm juga banyak yang melanggar garis marka di persimpangan. Pengendara dari Jalan Tlogosari Raya paling banyak yang melanggar.
                   Pemasangan ATCS juga dimaksudkan sebagai sarana preventif dan promotif guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas karena ATCS dilengkapi CCTV terhubung dengan ruang kontrol petugas Dinas Perhubungan, untuk kemudian melakukan antisipasi tanpa harus datang langsung ke TKP. Namun cukup dengan dikendalikan melalui pengeras suara.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau Pusat ATCS kota Semarang.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau Pusat ATCS kota Semarang.
                   Petugas Dinas Perhubungan akan langsung menegur melalui pengeras suara misalnya dengan menyuarakan ”Pengendara roda dua yang paling ujung, melewati zebra cross. Harap mundur, atau langsung berbelok ke kiri, karena mengganggu pengguna jalan yang lain. Pengendara harap melengkapi keamanan berkendara seperti helm, dan sebagainya”, jelas Hendi.
                 Ia menambahkan penggunaan sistem ATCS merupakan salah satu aplikasi dari konsep Smart City yang tengah dicanangkan Pemerintah Kota Semarang.
                     “Semua sistem dan aplikasi yang ada dibuat untuk solusi dari setiap permasalahan. Misal, sistem ATCS yang dilengkapi CCTV, terhubung dengan ruang kontrol. Gunanya untuk melakukan tindakan preventif dan promotif dalam mencegah kecelakaan lalu lintas dengan meningkatkan kesadaraan berlalu lintas,” tegas Walikota Hendrar Prihadi.
                 Walikota berharap sistem ATCS harus bisa dikembangkan ke arah perubahan positif. Misalnya dengan pemberlakukan sanksi tilang untuk pelanggar, seperti halnya yang diterapkan di Surabaya.
                   Namun demikian, ATCS ini bisa dimanfaatkan membantu petugas untuk keperluan tilang, melalui bukti rekaman CCTV. Tak hanya itu, juga bisa membantu dalam pengusutan suatu kejadian, seperti tabrakan, tawuran yang terekam di sistem ATCS.
                    ”Beberapa kali rekaman kami menjadi barang bukti untuk penyelidikan pihak kepolisian. Apakah keterangan dari pelaku sama dengan yang terekam dalam CCTV. Ke depan, sistem ini akan terus kami kembangkan,” tandas orang nomor satu di Kota Semarang. (El)