Home Hukum dan Kriminal Taklukan ‘Donat’ Petugas Nyamar Jadi Pedangang Sayur

Taklukan ‘Donat’ Petugas Nyamar Jadi Pedangang Sayur

260
0

KARANGANYAR, 14/8 (BeritaJateng.net) – Cerita dibalik penangkapan Dian Rismawan alias Donat (27) oleh tim gabungan Satreskrim Polres Karanganyar ternyata cukup alot. Bahkan petugas dari Polres Karanganyar juga berkoordinasi dengan jajaran Polres Sragen, Polres Boyolali dan Polres Semarang. Setidaknya ada 18 personil Resmob yang diterjunkan untuk mematahkan pelarian Donat.

Pelarian Dian Rismawan alias Donat tahanan Kejaksaan Negeri Karanganganyar yang kabur saat akan disidangkan di Pengadilan Negeri Karanganyar berakhir oleh timas panah petugas pada hari Minggu (7/8/2016) lalu di Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak menegaskan usaha penangkapan terhadap Donat bukan hal yang mudah. Petugas harus berjibaku melawan kelihaian Donat mengelabui petugas.

Setidaknya ungkap Kapolres Ade Safri Simanjuntak, sebelum diamankan oleh petugas dari Satreskrim Polres Karanganyar Donat sudah sembilan kali berpindah lokasi persembunyian sebelum akhirnya tertangkap kembali pada Minggu (8/8/2016) sekira pukul 09.30 WIB.

“Donat sempat pindah tempat sampai sampai sembilan kali sebelum akhirnya berhasil ditangkap petugas kembali,” jelas Kapolres kepada BeritaJateng, Minggu (14/8/2016).

Sebelumnya petugas tidak mengira ternyata Donat yang juga terpidana kasus curat di Salatiga dan divonis enam tahun ini terkenal lihai bagai belut di hadapan petugas yang mulai terpantau pergerakannya pada Kamis (4/8/2016) lalu.

‪”Ternyata pelaku cukup pintar juga mengelabui petugas. Selalu menarik bergerak dan berpindah tempat dengan cepat. Namun petugas kami juga tak kalah ulet hingga akhirnya berhasil mengamankan Donat meski harus menembak kakinya karena berusaha kabur,” lanjut Kapolres Ade.

Sementara itu Kaur Bins Ops Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Iptu Tri Gusnadi juga menceritakan bagaimana uletnya Donat yang terus saja berusaha kabur dari sergapan petugas sebelum akhirnya dilumpuhkan petugas.

Keberadaan Donat jelas Iptu Tri Gusnadi sebenarnya sudah terpantau. Hampir empat hari lamanya tim terus memburu keberadaan Donat yang menurut informasi berada di Semarang.

“Namun dengan cepat Donat malah kabur ke Karanggede Boyolali,” lanjut Tri Gusnadi.

Sempat hilang jejak akhirnya keberadaan Donat terendus petugas ada di sekitar Dukuh Blumbang, Desa Bantengan, Katanggede Boyolali. Lokasinya jauh di pelosok desa, rumahnya dekat jurang yang juga dikelilingi perbukitan dan jauh dari keramaian.

Uniknya lagi petugas juga sempat menyamar sebagai warga kampung dan ada juga yang menyamar sebagai pedagang sayur keliling yang menggunakan beronjong bambu. Untuk memantau pergerakan Donat agar tidak kabur.

“Setelah tim semua siap di lokasi penyergapan segera dilakukan petugas. Namun Donat yang sudah dikepung nekat lari ke arah sawah yang berdekatan dengan jurang,” lanjut Tri.

Lolos dari kepungan tim petugas, Donat yang lari ke arah perbukitan mendapat tembakan peringatan dari petugas sebanyak tiga kali. Namun tembakan peringatan tak dihiraukan oleh Donat. Akirnya petugas terpaksa melumpuhkan Donat dengan menghadiahi empat timah panas di kedua kakinya.

Donat masih saja lari meski kedua kakinya terluka akibat tembakan petugas. Sampai akhirnya Donat berhasil ditaklukan jajaran Resmob Satreskrim Polres Karanganyar. (Bj24)